Internasional
AS KECOLONGAN LAGI! Puluhan Kapal Iran Lolos Bawa Minyak Triliunan!
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah muncul laporan bahwa puluhan kapal tanker yang diduga terkait Iran berhasil menembus blokade laut Amerika Serikat.
Sedikitnya 34 kapal yang dijuluki “kapal hantu” dilaporkan lolos dari pengawasan dan membawa minyak mentah dengan nilai mencapai sekitar Rp15,6 triliun.
Dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS (Automatic Identification System) yang berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.
Namun, kapal yang disebut “kapal hantu” justru mematikan sistem tersebut agar tidak terdeteksi.
Dengan cara ini, kapal dapat berlayar tanpa diketahui otoritas internasional maupun sistem pengawasan maritim.
Taktik ini diduga digunakan Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan blokade. Sejak kebijakan tersebut diberlakukan, Amerika Serikat melalui Komando Pusat (CENTCOM) meningkatkan pengawasan di jalur strategis seperti Teluk Oman dan kawasan Indo-Pasifik.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa blokade ini bertujuan membatasi sumber pendapatan utama Iran dari sektor energi.
CENTCOM mengklaim telah mengambil sejumlah tindakan, termasuk menyita satu kapal kontainer Iran, menaiki kapal tanker yang dikenai sanksi.
Serta memaksa puluhan kapal lainnya untuk berbalik arah. Hingga kini, sedikitnya 28 kapal disebut telah dicegah untuk melanjutkan pelayaran, sebagaimana dikutip dari Financial Times.
Baca: Konflik AS Meluas di Asia, Militer Cegat 3 Kapal Tanker Iran di Perairan Malaysia hingga Sri Lanka
34 Kapal “Hantu” Iran Lolos
Namun, di tengah pengawasan ketat tersebut, laporan terbaru justru menunjukkan adanya celah dalam pelaksanaan blokade.
Sebanyak 19 kapal tanker dilaporkan berhasil keluar dari Teluk Persia, sementara 15 kapal lainnya masuk dari Laut Arab menuju Iran.
Dari jumlah tersebut, setidaknya enam kapal diketahui membawa minyak mentah Iran.
Total muatan yang berhasil dikirim diperkirakan mencapai 10,7 juta barel.
Dengan asumsi harga jual minyak Iran berada sekitar 10 dolar AS di bawah harga Brent, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai 910 juta dolar AS atau setara Rp15,6 triliun.
Fenomena ini memperkuat penggunaan istilah “kapal hantu”, yakni kapal yang sengaja menghilangkan jejak dari sistem pelacakan global untuk menghindari sanksi internasional.
Dengan memanfaatkan jalur pelayaran yang sulit terdeteksi serta taktik penghindaran, Iran tetap berupaya menjaga aliran pendapatan dari sektor energi, yang menjadi tulang punggung ekonominya.
Pengamat menilai keberhasilan puluhan kapal lolos dari blokade menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan operasional di tengah pembatasan ketat.
Kapal-kapal tersebut diduga menggunakan metode seperti mematikan sistem pelacakan dan mengubah rute pelayaran untuk menghindari pengawasan internasional.
Perkembangan ini sekaligus memunculkan pertanyaan baru terkait efektivitas blokade yang diberlakukan Amerika Serikat, serta berpotensi memperpanjang ketegangan di kawasan yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia tersebut.
Baca: [FULL] Ancaman Perang di Perairan Dekat RI! BRIN Yakin China Bakal Turun jika AS Ganggu Selat Malaka
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Blokade AS Dipertanyakan, 34 Kapal “Hantu” Iran Lolos Angkut Minyak Rp15,6 Triliun
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Penasihat Khamenei Peringatkan AS seusai Kapal Iran Diserang: Selat Hormuz Setara dengan Bom Nuklir
Sabtu, 9 Mei 2026
Konflik Timur Tengah
Ogah Jadi Tameng Trump! Arab Saudi Usir Jet Tempur AS, Balas Dendam soal Project Freedom
Sabtu, 9 Mei 2026
Konflik Timur Tengah
AS Ngamuk! Irak Disebut Bantu Selundupkan Minyak Iran hingga Palsukan Dokumen
Sabtu, 9 Mei 2026
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik Iran-AS: Teheran Serang Balik Retorika Trump soal Nuklir, Tegaskan Tak akan Tunduk
Sabtu, 9 Mei 2026
Tribunnews Update
Iran Serang Balik Retorika Trump soal Ancaman Nuklir, Dianggap Sangat Aneh dan Tidak Logis
Sabtu, 9 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.