Sabtu, 25 April 2026

Tribunnews Update

Jenderal Tertinggi AS Halangi Trump Akses Kode Nuklir Bom Iran, Pertengkaran Hebat di Gedung Putih

Kamis, 23 April 2026 10:55 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden AS Donald Trump disebut ingin menggunakan kode nuklir terhadap Iran.

Namun keinginan itu dicegat oleh jenderal tertinggi AS.

Bahkan hal itu memicu pertenggaran hebat antara Trump dan jenderal tersebut.

Perlu diketahui kode nuklir AS kerap disebut Gold Codes atau 'biscuit'.

Baca: Buru Kapal Iran! Militer AS Cegat 3 Kapal Tanker Teheran di Dekat Perairan RI, Selat Malaka Tegang!

Adapun ini merupakan kdoe otoritas yang dibawa Presiden AS untuk mengindentifikasi diri dan memerintahkan peluncuran senjata nuklir.

Kode ini wajib dipakai guna memverifikasi identitas sebagai Presiden sebagai Panglima Tertinggi kepada Pusat komando Militer Nasional.

Kode ini digunakan sebelum serangan nuklir dapat dilaksanakan.

Sementara mantan perwira CIA Larry Johnson menuduh Trump ingin menggunakan kode nuklir terhadap Iran selama pertemuan darurat di Gedung Putih.

Baca: Rusia Ejek Trump seusai Gencatan Senjata Diperpanjang Sepihak, Sebut Kekalahan Telak Bagi Agresi AS

Namun keinginan itu dihentikan oleh Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Bahkan Johnson menyebut keduanya bertengkar hebat.

Caine berkata tidak kepada Trump, lantaran ia memiliki hak istimewa sebagai kepala militer.

Di satu sisi, keinginan Trump terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas perilaku Presiden AS yang tidak dapat diprediksi.

Terlebih banyak anggota parlemen menyuarakan keraguan tentang kondisi mental Trump.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di France24 dengan judul Apakah Donald Trump 'dihalangi' untuk menggunakan kode nuklir terhadap Iran?

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Tribun Video

Tags
   #jenderal   #Amerika Serikat   #Trump   #Kode Nuklir   #Iran

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved