Konflik Timur Tengah
AS Dibuat Pusing oleh Armada "Nyamuk" Iran, Kapal Serang Cepat dan Susah Dilacak di Selat Hormuz
TRIBUN-VIDEO.COM - Meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kalau AS telah "mengalahkan angkatan laut Iran" melalui gelombang serangan terhadap kapal perang, kapal selam, dan situs militer, Iran terus mengganggu Selat Hormuz — jalur penting bagi minyak global.
Faktanya, hingga kini, Iran masih mengendalikan selat strategis bagi jalur perdagangan dunia tersebut lewat blokade yang belum bisa dipatahkan angkatan laut AS.
Alasannya, menurut para ahli, bukan terletak pada aset angkatan laut yang besar, tetapi pada "armada nyamuk" Iran yang tidak konvensional.
Armada nyamuk Iran ini terdiri dari ribuan kapal serang kecil dan cepat yang didukung oleh drone dan rudal pantai.
Baca: Nurah Sheivirah Jadi Sorotan di Pernikahan Teuku Rassya, Ibu Sambung yang Beda Usia 8 Tahun
Baca: Presiden Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Atas Permintaan Pejabat Pakistan
Strategi kawanan ini telah terbukti mampu mengguncang pasar global bahkan setelah kerusakan signifikan pada infrastruktur militer konvensional Teheran.
Apa Itu 'Armada Nyamuk' Iran?
Armada "nyamuk" Iran terdiri dari ribuan kapal serang kecil dan cepat yang dilengkapi dengan drone dan rudal pantai.
Menurut laporan NYT yang mengutip Congressional Research Service, armada tersebut mencakup ribuan kapal kecil berkecepatan tinggi yang mampu melaju dengan kecepatan 40 hingga 60 knot, dipersenjatai dengan senapan mesin, roket, dan, dalam beberapa kasus, rudal anti-kapal atau peralatan penebar ranjau.
Mantan pejabat Pentagon, Alex Plitsas, mengatakan, “Mereka menyebutnya 'armada nyamuk' karena ukurannya kecil dan mengganggu — dan mereka menyerang. Meski kecil, tapi mereka cukup kuat untuk menggigit dan menjengkelkan.”(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Armada Nyamuk Iran Bikin Pusing Angkatan Laut AS di Hormuz: Ribuan Kapal Serang Cepat Susah Dilacak
Armada #Selat Hormuz #as #Iran
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus Akhirnya Dipecat dan Dipenjara, IDF: Tak Sesuai Perintah
15 jam lalu
Tribunnews Update
800 Kapal Masih Terjebak di Selat Hormuz, Badan PBB Siapkan Rencana Evakuasi Hindari Ranjau
15 jam lalu
Berita Terkini
Presiden Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Atas Permintaan Pejabat Pakistan
16 jam lalu
Berita Terkini
Pertamina Klarifikasi Alasan Kapal Gamsunoro Tak Ada Kru WNI, Ternyata Disewa Pihak Asing
16 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.