Rabu, 13 Mei 2026

Detik-detik Remaja Terseret Arus Sungai Cibanjaran, Saksi Mata Nekat Terjun Selamatkan Korban

Selasa, 21 April 2026 18:30 WIB
Tribun Jabar

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Detik-detik seorang remaja perempuan, Ginasya Lintang Sari (18), terseret arus Sungai Cibanjaran di Kampung Girang Deukeut, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, masih membekas dengan jelas di ingatan Indra Indriansyah (34).

Indra merupakan saksi mata yang melihat langsung Ginasya masuk ke aliran sungai hingga akhirnya terbawa hanyut. 

Bahkan, saat itu dirinya tanpa berpikir panjang nekat melompat ke Sungai Cibanjaran yang arusnya sangat deras demi menyelamatkan Ginasya.

Berdasarkan keterangan Indra, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. 

Saat itu, kondisi di sekitar lokasi kejadian sedang dilanda banjir. Sementara itu, debit air di sungai sudah mulai menurun, tetapi arusnya masih sangat deras.

"Jadi Gina itu awalnya dari rumah, lalu berjalan ke sana (area banjir). Gina itu memegang pinggiran benteng. Saat berjalan melewati area itu, benteng tiba-tiba ambruk. Otomatis air banjir mendorong dia ke sungai. Terus dia terseret, hanyut di sungai," ujarnya kepada Tribun Jabar, Kamis (16/4/2026).

Melihat kejadian tersebut, Indra mengaku langsung bereaksi spontan. 

Tanpa banyak basa-basi dan tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, dirinya ikut terjun ke sungai yang saat itu arusnya sangat deras. 

Ia mencoba meraih Gina, meskipun posisinya hampir tenggelam.

"Saya kira saat loncat saya bisa langsung dapat Gina. Rupanya dia tenggelam di dekat bak sampah. Saya sempat dapat, tetapi karena airnya deras, terlepas. Di situ saya juga tidak bisa apa-apa, arusnya sangat kuat. Saat kepala saya muncul ke permukaan air, Gina sudah menjauh," katanya.

Saat berada di dalam air, Indra yang sudah terlanjur terjun langsung bertekad menyusul Gina dengan berenang mengikuti arus. 

Ia melihat ayah Gina, Hersi Hardiana, dan tetangganya turut melompat ke sungai untuk membantu Gina yang semakin menjauh dari posisi semula.

Indra terus berupaya mengikuti aliran sungai hingga akhirnya melihat salah satu tetangga juga ikut terjun. 

Saat posisinya berada di belakang Hersi, dua tetangga lainnya, dan Gina, Indra memutuskan naik ke permukaan. Dengan bantuan warga, dirinya berhasil naik.

"Saya pegang besi jembatan, lalu naik. Setelah itu saya mengejar dari daratan ke jembatan selanjutnya. Saat sudah di SMAN 1 Banjaran, saya bertanya kepada teman saya, 'mana Gina?'. Teman saya bilang 'lepas'. Di situ saya langsung pergi ke daerah Muara sampai ke Cipaku untuk mencari Gina," ucapnya.

Dalam proses pencarian tersebut, Indra mengaku sempat kembali turun ke aliran air di daerah Cipaku, Banjaran. 

Menurutnya, ketinggian air di sana mencapai leher orang dewasa, meskipun saat itu ia berada di jembatan. 

Setelah sekitar satu setengah jam berada di sana, Indra akhirnya menemukan Gina.

"Saat itu saya terus melihat ke depan. Tiba-tiba Gina berada di bawah jembatan. Saat itu posisi Gina sudah meninggal dunia. Jika dihitung, jaraknya kurang lebih sekitar 4 kilometer dari awal kejadian hingga penemuan jenazah. Di situ saya lemas dan tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.

Indra mengungkapkan, ada beberapa warga yang ikut terjun membantu Gina saat kejadian, termasuk dirinya, ayah korban, dan beberapa tetangga, sekitar empat orang. 

Awalnya ia tidak mengetahui ada petugas keamanan sekolah yang juga ikut melompat untuk menolong.

"Yang saya tahu ada empat orang. Tapi katanya ada satpam dari SMAN 1 Banjaran yang ikut menolong. Jadi total ada lima orang penolong, ditambah korban berarti enam orang. Saya kurang tahu soal satpam ini. Semua yang menolong selamat, kecuali satpam itu ikut terbawa arus," katanya.

Meskipun sudah berusaha menyelamatkan Gina semampunya, Indra mengaku sangat menyesal. 

Pasalnya, orang yang ingin ia selamatkan akhirnya meninggal dunia. 

Terlebih, Indra mengungkapkan dirinya sangat mengenal sosok Gina yang rumahnya berdekatan dengannya.

"Gina orangnya baik. Dia bergaul dengan siapa saja, baik anak kecil maupun orang dewasa. Makanya ketika dia hanyut, saya tidak berpikir panjang, langsung loncat saja. Soalnya saya kenal betul dia. Apalagi masih anak-anak. Urusan saya selamat atau tidak, itu belakangan," ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kisah Indra Spontan Loncat ke Sungai Cibanjaran Bandung saat Lihat Ginasya Hanyut, Hadapi Arus Deras

Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Jabar
Editor: Faiz Fadhilah

#saksikata #terseret #arusbanjir #sungaicibanjaran #banjaran #bandung #hanyut #peristiwa

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Faiz Fadhilah
Sumber: Tribun Jabar

Tags
   #SaksiKata   #Bandung   #Terseret Arus   #sungai   #Banjaran   #hanyut

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved