Rabu, 17 Juni 2026

Terkini Nasional

Intelijen AS Bongkar! Kekuatan Iran Belum Habis, Simpan 60% Rudal yang Siap Diluncurkan

Senin, 20 April 2026 21:43 WIB
Serambi Indonesia

TRIBUN-VIDEO.COM - Iran dilaporkan masih mempertahankan sebagian besar kekuatan militernya menjelang berakhirnya gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Bahkan, selama periode jeda konflik, Iran disebut justru meningkatkan cadangan rudal dan drone.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan di Islamabad pada 8 April 2026 berlangsung selama dua pekan dan dijadwalkan berakhir pada Rabu, 22 April 2026.

Konflik antara AS–Israel dan Iran bermula pada 28 Februari 2026, ketika koalisi AS–Israel melancarkan serangan ke Iran.

Teheran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Iran Masih Simpan Kekuatan Militer Signifikan

Menurut laporan pejabat intelijen dan militer AS yang dikutip Anadolu Agency (19 April 2026), Iran masih memiliki:

* Sekitar 40 persen dari drone pra-perang

* Lebih dari 60 %  peluncur rudal

Baca: Perundingan Damai Terancam Batal Gegara Trump, Iran Ogah Kirim Delegasi ke Pakistan

Lebih dari 100 sistem peluncur yang disembunyikan di gua dan bunker telah ditemukan sejak gencatan senjata dimulai. Hal ini menunjukkan Iran активно memulihkan kapasitas militernya.

Selain itu, Iran juga berusaha mengambil kembali rudal yang terkubur di bawah reruntuhan fasilitas yang dihancurkan.

Beberapa analis memperkirakan Iran dapat memulihkan hingga 70 %  kekuatan militernya setelah proses ini selesai.

Meski infrastruktur produksi senjata mengalami kerusakan berat, Iran dinilai masih memiliki kemampuan untuk mengancam jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Strategi Asimetris dan Ancaman di Selat Hormuz

Para analis menilai strategi pertahanan Iran kini semakin bergantung pada:

* Geografi (terutama Selat Hormuz)

* Kemampuan perang asimetris

Baca: AS Serang dan Sita Kapal Berbendera Iran, Disebut Coba Hindari Blokade Dekat Hormuz

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena dilalui sebagian besar perdagangan minyak dunia.

Penutupan selat ini berpotensi mengganggu ekonomi global.

Pejabat AS juga mengingatkan bahwa meskipun kapal perang mampu mencegat ancaman, kapal tanker komersial relatif tidak memiliki perlindungan memadai.

Iran Klaim Tingkatkan Produksi Senjata

Dari pihak Iran, Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigjen Majid Mousavi, menyatakan bahwa negaranya telah:

* Membangun kembali cadangan rudal dan drone

* Meningkatkan kesiapan operasional selama gencatan senjata

Ia bahkan mengklaim kapasitas peluncuran rudal dan drone kini melampaui kondisi sebelum perang.

Mousavi juga menyatakan bahwa AS dan Israel telah “kalah” dalam konflik ini, serta menegaskan Iran siap menghadapi tahap konflik berikutnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Intelijen AS: Iran Masih Miliki 40–60 Persen Drone dan Rudal Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata

# rudal # Amerika Serikat # iran

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Serambi Indonesia

Tags
   #rudal   #Amerika Serikat   #Iran

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved