Kamis, 23 April 2026

Mancanegara

Ketegangan Meledak di Selat Hormuz! Blokade AS Runtuh, Kapal Tanker Asing Dipaksa Balik

Senin, 20 April 2026 18:44 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Televisi pemerintah Iran pada hari Minggu menayangkan rekaman yang memperlihatkan sejumlah kapal kargo dan tanker minyak terhenti di Selat Hormuz.

Situasi ini terjadi setelah Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa mereka kembali menutup jalur strategis tersebut. Pembukaan kembali Selat Hormuz, menurut mereka, sepenuhnya bergantung pada berakhirnya blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam rekaman video yang ditayangkan, terlihat kapal-kapal besar berhenti total di perairan, sementara beberapa perahu kecil masih bergerak di sekitar selat.

Garda Revolusi menegaskan bahwa selama blokade Amerika belum dicabut, Selat Hormuz tidak akan dibuka. Mereka juga menekankan bahwa tidak akan ada negosiasi yang dilakukan dalam kondisi tersebut.

Di saat yang sama, militer Iran mengumumkan telah menghentikan dua kapal tanker minyak berbendera Angola dan Botswana yang melintas di selat itu, dan memaksa keduanya untuk berbalik arah.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pesan penting kepada para pejabat. Ia menekankan bahwa Teheran harus memanfaatkan apa yang disebut sebagai “mekanisme penutupan selat” sebagai bagian dari strategi tekanan.

Baca: Saya Orang Kampung Jawaban Jokowi soal Jasa Besar Jusuf Kalla sehingga Bisa Jadi Presiden

Baca: Pelaut WNI Syok saat Hubungi Kru Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Kritik Pemerintah

Selain itu, ia juga mengarahkan dilakukannya studi untuk membuka front baru dalam konflik, terutama di wilayah yang dinilai sebagai titik lemah musuh. Front-front tersebut disebut akan diaktifkan jika perang terus berlanjut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menanggapi langkah Iran tersebut melalui platform Truth Social. Ia menyebut pengumuman penutupan kembali selat itu sebagai hal yang aneh, karena menurutnya blokade yang dilakukan Amerika sudah lebih dulu menutup jalur tersebut.

Trump juga menuduh Iran telah melepaskan tembakan di Selat Hormuz sehari sebelumnya, yang ia sebut sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata. Ia menambahkan bahwa sejumlah tembakan dilaporkan menargetkan kapal Prancis serta kapal kargo Inggris.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Pakistan bersama beberapa negara kawasan lainnya berupaya meredakan situasi. Mereka mendorong digelarnya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran guna mengakhiri konflik secara menyeluruh.

Laporan media menyebutkan bahwa putaran kedua negosiasi kemungkinan akan digelar di Islamabad dalam waktu dekat.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump berulang kali menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan dengan baik. Ia juga mengungkapkan harapannya agar kesepakatan damai bisa segera tercapai.

Sebelumnya, Islamabad telah menjadi tuan rumah putaran pertama perundingan pada 11 hingga 12 April. Namun, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret. Pertemuan itu sendiri merupakan tindak lanjut dari gencatan senjata bersyarat selama dua minggu yang disepakati pada 8 April.

Kini, situasi di kawasan tetap berada dalam ketegangan tinggi, dengan masa depan perdamaian yang masih belum pasti. 

(*)

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #Selat Hormuz   #kapal tanker   #Iran   #Amerika

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved