Saksi Kata
Hilang di Laut 5 Hari! Kisah Nelayan 71 Tahun Bertahan Tanpa Makan Hampir Putus Asa
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pengalaman tak terlupakan dialami Ridwan alias Papa Ombo, seorang nelayan yang berhasil selamat setelah berhari-hari bertahan di tengah laut dan pulau sebelum akhirnya kembali pulang ke Kotabaru.
Nelayan berusia 71 tahun asal Tanjung Selayar, Pulau Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan ini sebelumnya dikabarkan hilang setelah pergi melaut pada Senin (23/2/2026).
Papa Ombo tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Kamis (5/3/2026), setelah bertolak dari Sulawesi dan sempat transit di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Setibanya di Bandara Syamsudin Noor, ia disambut oleh sejumlah kerabat, anggota DPRD, serta BPBD Kotabaru.
Papa Ombo menceritakan awal mula dirinya berangkat melaut pada pagi hari tanpa firasat apa pun akan terjadi musibah di tengah laut.
Ia mengaku sudah terbiasa mencari ikan hingga jauh ke tengah laut, seperti di daerah Barangbarang dan Pondang sekitar pulau Selayar.
Saat itu ia berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WITA dan tiba di lokasi memancing sekitar pukul 09.00 WITA.
Namun, belum lama memancing, tiba-tiba angin barat bertiup kencang.
“Saya waktu itu mencoba berlindung di daerah Birang-Birang, tapi belum sampai di sana mesin kapal saya mati,” ujarnya.
Karena mesin mati dan jangkar tidak dapat tersangkut di dasar laut, kapal Papa Ombo yang berukuran sekitar 5x12 meter akhirnya hanyut terbawa arus dan gelombang.
Ia mengaku terombang-ambing di laut selama tiga hari tiga malam sebelum akhirnya terbawa arus ke arah Sulawesi. Secara keseluruhan, ia berada di laut selama lima hari lima malam hingga akhirnya mencapai Pulau Lereklerekan di Selat Makassar..
“Persediaan beras saya sudah habis. Saya hanya membawa kurang dari satu kilogram beras, dan itu habis setelah lima hari. Saya sudah hampir putus asa,” katanya.
Beruntung pada pagi hari di hari kelima, ia bertemu dengan nelayan dari Sulawesi. Papa Ombo kemudian meminta bantuan makanan dan air.
“Saya minta beras. Mereka kasih beras, tapi saya juga minta air. Saya bilang percuma ada beras kalau tidak ada air untuk memasak,” tuturnya.
Para nelayan tersebut akhirnya memberikan beras dan air, lalu membantu menarik kapal Papa Ombo menggunakan tali menuju pulau terdekat, yakni Pulau Lelererekan. Perjalanan penarikan kapal berlangsung sekitar satu jam hingga akhirnya tiba di pulau tersebut.
Di pulau itu, para nelayan sempat menawarkan agar Papa Ombo ikut bersama mereka melaut menuju Makassar. Namun perjalanan diperkirakan memakan waktu hingga sekitar 12 hari jika tidak ada hambatan.
Papa Ombo sempat mempertimbangkan tawaran tersebut, tetapi akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di pulau tersebut. Para nelayan pun meninggalkannya dengan tambahan bekal berupa beras, gula, dan kebutuhan lainnya.
Tak lama kemudian, seorang nelayan lain yang sebelumnya membantu menarik kapalnya kembali datang. Nelayan tersebut merasa tidak tega meninggalkan Papa Ombo sendirian di pulau.
Akhirnya ia memutuskan untuk menarik kapal Papa Ombo kembali menuju daratan.
Mereka berangkat sekitar pukul 01.00 dini hari dan tiba di daratan sekitar pukul 16.00 sore hari.
Menurut Papa Ombo, kapal yang ia gunakan sebenarnya mengalami kebocoran kecil, namun masih bisa bertahan. Selama terombang-ambing di laut, ia mengaku tidak terlalu takut menghadapi ombak besar dan cuaca buruk karena sudah terbiasa.
“Yang paling saya khawatirkan hanya makanan saja. Beras yang kurang dari satu kilogram itu saya masak jadi bubur supaya bisa cukup sampai lima hari,” jelasnya.
Selama berada di laut, ia harus menghadapi hujan terus-menerus, gelombang tinggi, dan angin kencang. Meski begitu, ia tetap bertahan hingga akhirnya berhasil diselamatkan oleh nelayan lain.
Setelah kembali pulang dengan selamat, Papa Ambol mengaku tidak kapok untuk melauat. Sesampainya di kampung pesisir di Kotabaru, ia mengaku akan kembali mencari ikan ke laut seperti biasa.(*)
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Kisah Papa Ombo, Nelayan 71 Tahun Asal Kotabaru Bertahan 5 Hari 5 Malam di Tengah Laut
Program: Saksi Kata
Sumber: BanjarmasinPost
Editor: Untung Sofa Maulana
#saksikata #nelayan #terombangambing #hilang #banjarmasin #selatmakassar
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Banjarmasin Post
LIVE UPDATE
Terseret Arus Banjir Way Semuong, Jasad Sugiyo Ditemukan di Pantai Muara Hati Tanggamus
3 hari lalu
Saksi Kata
Pasrah Nelayan saat Terjebak di Tengah Laut dengan Mesin Rusak dan Logistik Makanan Habis
4 hari lalu
Terkini Nasional
Kopdes Merah Putih & Kampung Nelayan Cari 30 Ribu Putra-Putri Terbaik, Statusnya Pegawai BUMN
4 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.