Selasa, 21 April 2026

Live Tribunnews Update

Tanggapi JK soal Jadi Presiden, Jokowi: Saya Ini Bukan Siapa-siapa, Saya Orang Kampung

Senin, 20 April 2026 17:14 WIB
TribunSolo.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Polemik yang turut menyeret Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla telah ditanggapi oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi secara singkat mengatakan bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa.

Bahkan Jokowi berujar bahwa dirinya adalah orang kampung.

Hal ini disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di Solo, Jawa Tengah pada Senin (20/4/2026).

Baca: Polemik Ijazah Memanas, Jusuf Kalla Desak Joko Widodo Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik

Jawaban Jokowi ini untuk menanggapi klaim JK yang menyebut dirinya berjasa membuat mantan Wali Kota Solo itu menjadi presiden.

Polemik ini sebenarnya bermula saat JK diisukan menjadi donatur kasus ijazah palsu Jokowi yang dilaporkan oleh Roy Suryo cs.

Tak lama setelah itu, JK melaporkan ahli digital forensik Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik.

Dalam kesempatan tersebut, JK kemudian meminta Jokowi segera menunjukkan ijazah aslinya ke publik agar tak terus-terusan menjadi polemik.

Kemudian, JK dipolisikan setelah potongan video ceramah tarawih Ramadhan di Masjid Kampus UGM pada 5 Maret lalu viral di media sosial.

JK dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan sejumlah ormas lainnya.

Baca: 9 Ketua Umum Ormas Temui Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo! Bahas Konsolidasi Masyarakat

Seusai dilaporkan, JK menggelar konferensi pers untuk memberikan bantahan terkait dugaan penistaan agama.

Dalam konferensi pers pada Sabtu (18/4/2026), JK mencurigai pelaporan dirinya buntut langkah hukumnya ke Bareskrim Polri.

JK pun mengaku heran dengan isu ijazah Jokowi yang tak kunjung usai ini.

Lebih lanjut JK mengklaim bahwa dirinya yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga jadi presiden.

Bahkan JK tak ragu menggunakan istilah termul atau ternak mulyono yang selama ini digunakan sebagai sindiran terhadap loyalis Jokowi.

Baca: Jusuf Kalla Ungkap Momen Krusial: Hampir Jadi Cawapres Megawati, tapi Diminta Dampingi Jokowi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik juga turut memberi responsnya terkait pernyataan JK tersebut.

Dalam keterangan pada Senin (20/4/2026), Freddy menegaskan bahwa pihaknya menghormati JK sebagai tokoh bangsa.

Namun, Freddy menilai kemenangan Jokowi dalam kontestasi politik merupakan hasil kehendak dan kepercayaan masyarakat Indonesia.

Menurut Freddy, sistem demokrasi di Indonesia tak dibangun berdasarkan peran satu individu semata, melainkan kerja kolektif dari berbagai elemen bangsa.

Baca: Jusuf Kalla Akui Diminta Megawati Jadi Wapres Dampingi Jokowi, PDIP Singgung Pengkhianatan dan Luka

Freddy kemudian memaparkan, sebagai organisasi relawan yang mengawal kepemimpinan Jokowi, Projo melihat adanya pilar penting lain dalam kemenangan tersebut.

Pilar itu adalah soliditas dukungan relawan, peran partai politik, khususnya PDI Perjuangan serta partisipasi aktif dari masyarakat luas.

Untuk itu Freddy mengajak semua pihak untuk tetap menjaga narasi kebangsaan yang sehat dan tak mengecilkan proses demokrasi jadi sekadar klaim personal.

Sementara itu, politisi PDIP Guntur Romli saat dihubungi pada Minggu (19/4/2026) menyatakan bahwa partainya enggan dikaitkan lagi dengan Jokowi.

Meski begitu, Guntur menilai pernyataan JK bisa diartikan bahwa yang bersangkutan merasa dikhianati oleh Jokowi.

(TribunVideo.com)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Jawaban Merendah Jokowi di Solo Usai JK Sebut Berperan Jadikan Dirinya Presiden : Saya Orang Kampung

Editor: Rahmat Gilang Maulana
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: TribunSolo.com

Tags
   #Joko Widodo   #Jokowi   #Jusuf Kalla   #Tanggapan   #Respons

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved