Selasa, 12 Mei 2026

Terkini Nasional

Patrick Kee Chuan Peng, WN Malaysia Jadi Salah Satu Korban Tewas Kecelakaan Helikopter di Sekadau

Minggu, 19 April 2026 13:20 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Patrick Kee Chuan Peng, warga negara Malaysia, menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis, (16/4/2026).

Patrick adalah salah satu dari enam penumpang di dalam helikopter. Lima penumpang lainnya adalah Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

Adapun helikopter itu dikemudikan oleh Marindra Wibowo (pilot) dan Harun Arasyid (kopilot sekaligus engineer). Semua yang berada di dalam helikopter tewas.

Dikutip dari Tribun Pontianak, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Kalimantan Barat Kombes Pol. Subur berkata seluruh jenazah korban sudah berada di rumah sakit sejak Jumat pukul 10.30 WIB.

Ada empat korban yang berhasil diidentifikasi, yaitu Joko, Charles, Patrick, dan Victor. Sementara itu, empat jenazah lainnya masih dalam tahap proses identifikasi lebih lanjut.

Menurut Subur, semua tahapan identifikasi berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. Dia mengatakan wajah sebagian besar jenazah masih bisa dikenali sehingga membantu proses verifikasi oleh pihak keluarga.

Setelah seluruh proses pencocokan data dinyatakan sesuai dan disaksikan langsung oleh keluarga, jenazah akan segera diserahkan kepada masing-masing pihak keluarga untuk dimakamkan.

Baca: AS Pamer Aktivitas di Selat Hormuz, Pasukan Siaga Cegat Kapal yang Keluar dan Masuk Pelabuhan Iran

Baca: Detik-detik Seorang Pria Lebanon Turunkan & Lempar Bendera Israel dari Puncak Benteng

Kronologi kecelakaan

Insiden helikopter PK-CFX hilang kontak di Sekadau pada Kamis pagi.

Berdasarkan data manifes sementara yang dihimpun, helikopter PK-CFX lepas landas dari area perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Menukung menuju Kota Pontianak pada Kamis sekitar pukul 08.34 WIB.

Penerbangan awalnya terlihat normal. Tidak ada tanda indikasi gangguan pada faktor internal maupun eksternal. Namun, 5 menit setelah lepas landas, helikopter dilaporkan hilang kontak.

Sistem COSPAS-SARSAT mendeteksi sinyal darurat (distress signal) dari helikopter pada pukul 13.09 UTC melalui satelit LEOSAR.

Sinyal beacon pada frekuensi 406.0367 MHz itu mengindikasikan adanya kondisi darurat di udara.

Tim gabungan pun dikerahkan sejak laporan hilang kontak itu muncul pada Kami pagi dan pencarian langsung dilakukan hingga pukul 16.00 WIB.

Helikopter ditemukan di kawasan hutan perbukitan di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Berdasarkan informasi dari Basarnas Provinsi Kalimantan Barat, proses evakuasi dilakukan pada Jumat dini hari.

“Pada hari Jumat tanggal 17 April 2026 pukul 00.05 WIB Basarnas Provinsi Kalbar menginformasikan bahwa jenazah korban laka udara helikopter PK-CFX akan segera dievakuasi dikarenakan cuaca pada siang hari tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi dan tidak ada area lapang yang memenuhi syarat untuk helikopter mendarat,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol. Bambang Suharyono, Jumat.

Baca: Trump Perluas Operasi, Armada Perang AS Buru Kapal Tanker Iran hingga Masuk Kawasan Indo-Pasifik

Baca: Trump Ancam Bom Iran Lagi! Gencatan Senjata Terancam Berakhir, Timur Tengah di Ambang Ledakan

Bangkai helikopter ditemukan warga
Bangkai helikopter pertama kali ditemukan oleh Lorensius Along, warga Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman. Saat itu Along tak sengaja menemukan lokasi jatuhnya helikopter saat sedang berburu tupai di kawasan perbukitan pada sore hari.

Ia mengaku sempat mencium bau seperti minyak. Kemudian, ia mencoba menelusuri sumber aroma tersebut.

"Saya awalnya berburu, berangkat sekitar jam 3 sore. Lalu sekitar jam 4 saya mencium bau seperti minyak. Karena penasaran, saya naik ke pohon untuk melihat ke bawah, dan terlihat ada helikopter," kata dia, Jumat.

Selanjutnya, Along turun sedikit ke lokasi untuk memastikan lagi benda itu adalah helikopter.

Helikopter tersebut, kata Along, kondisinya sudah berada di area jurang dengan medan cukup terjal. Bahkan, Along sempat melihat sejumlah orang yang diduga korban jatuhnya helikopter.

"Saya turun, lihat ada helikopter. Korban tidak terlihat jelas, tapi saya sempat melihat satu atau dua orang. Ada yang di bawah, ada juga yang di atas," kata dia.

Karena panik, Along mencoba memanggil teman-temannya yang berada di Riam Panjang, namun tidak mendapat respons. Riam Panjang adalah nama Desa di Kalimantan Barat.

Selanjutnya, Along kembali ke kampung sekitar pukul 17.00 WIB. Ia melaporkan temuannya kepada warga lainnya.

"Saya panik, sempat panggil-panggil teman saya, tapi tidak ada jawaban. Jadi saya balik ke kampung, kasih tahu warga di bawah," ungkap Along.

 

Selengkapnya:
https://www.tribunnews.com/regional/7818278/wna-malaysia-jadi-salah-satu-korban-tewas-kecelakaan-helikopter-di-sekadau-kalbar?page=all&s=paging_new.

 


#beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #kabarterkini #KecelakaanHelikopter

Editor: winda rahmawati
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved