Sabtu, 18 April 2026

Mancanegara

Blokade Selat Hormuz bakal Berlanjut selama Diperlukan, AS Siaga Bom Fasilitas Energi!

Jumat, 17 April 2026 21:36 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat di tengah jeda pertempuran yang masih berlangsung.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menegaskan, blokade militer terhadap pelabuhan Iran akan terus diberlakukan tanpa batas waktu.

Al Jazeera melaporkan, Hegseth menyebut langkah tersebut akan berlangsung “selama diperlukan” sambil memperingatkan kesiapan Washington untuk melancarkan serangan baru.

Blokade ini sebelumnya diumumkan setelah pembicaraan antara AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.

Fokus utama operasi militer AS berada di kawasan strategis Selat Hormuz dan Teluk, jalur vital distribusi energi global.

Hegseth menegaskan bahwa militer AS kini memiliki kemampuan intelijen yang lebih kuat untuk memantau pergerakan Iran.

Ia juga memperingatkan bahwa setiap pergerakan Iran yang terdeteksi akan berpotensi menjadi target militer.

Meski mengeluarkan ancaman keras, Washington tetap membuka jalur diplomasi sebagai solusi utama.

Baca: Rangkuman Konflik AS-Iran: Iran Tantang AS, Blokade Picu Kepalsuan Navigasi, 40 Negara Bahas Hormuz

Hegseth mengatakan AS berharap Iran memilih “jalan menuju kemakmuran” melalui negosiasi damai.

Namun, ia menegaskan konsekuensi berat jika Teheran menolak jalur tersebut.

Di sisi lain, upaya diplomasi masih terus berlangsung dengan keterlibatan Pakistan sebagai mediator.

Delegasi Pakistan telah tiba di Teheran untuk mempersiapkan putaran pembicaraan lanjutan antara kedua negara.

Namun, ketidakpercayaan tetap tinggi setelah serangan sebelumnya terjadi di tengah proses negosiasi.

Al Jazeera juga melaporkan bahwa pejabat Iran mempertanyakan keseriusan AS dalam menjaga komitmen diplomatik.

Baca: 3 Kapal Tanker Iran Dobrak Blokade AS di Selat Hormuz, Angkut 5 Juta Barel Minyak Mentah Teheran

Sementara itu, militer AS menunjukkan ketegasan di lapangan.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyatakan bahwa kapal yang melanggar blokade akan menghadapi tindakan tegas.

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengonfirmasi bahwa pasukan sedang memperkuat posisi dan memperbarui strategi militer selama jeda konflik.

Langkah ini menandakan bahwa eskalasi tetap menjadi kemungkinan nyata jika negosiasi kembali gagal.

Dalam konteks yang lebih luas, blokade ini tidak hanya berdampak pada Iran, tetapi juga pada stabilitas energi global.

Selat Hormuz sebagai jalur utama ekspor minyak dunia kini berada dalam tekanan tinggi akibat konflik yang berkepanjangan.

Dengan situasi yang masih belum pasti, keputusan AS untuk mempertahankan blokade sekaligus mengancam serangan baru menunjukkan bahwa konflik belum mendekati akhir.

Selama kesepakatan belum tercapai, ancaman militer dan tekanan ekonomi akan tetap menjadi alat utama dalam strategi Washington terhadap Teheran.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hegseth Peringatkan Blokade Iran Berlanjut Selama Diperlukan, AS Siaga Bom Fasilitas Energi!

# iran # amerika serikat # Selat Hormuz

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Selat Hormuz   #Amerika Serikat   #Iran

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved