Internasional
Iran Ejek Trump! Invasi Darat AS Malah Ditunggu, Klaim Bisa Raup Miliaran dari Sandera
TRIBUN-VIDEO.COM - Mohsen Rezaee, mantan komandan Garda Revolusi Iran, menyambut kemungkinan invasi darat Amerika Serikat (AS).
Di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz akibat blokade militer AS, Iran menyebut skenario tersebut sebagai sesuatu yang “menguntungkan” bagi Teheran.
Pernyataan ini muncul bersamaan dengan ancaman terhadap kapal-kapal perang AS di kawasan strategis tersebut.
Iran klaim invasi darat akan menguntungkan Teheran
Rezaee secara terbuka mengejek Presiden AS Donald Trump dengan menyatakan bahwa Teheran bisa mengambil ribuan sandera jika AS benar-benar melakukan invasi darat.
“Iran akan mengambil ribuan sandera dan untuk setiap sandera kami akan mendapatkan satu miliar dollar,” ujarnya dalam siaran televisi pemerintah pada Rabu (15/4/2026), seperti dikutip New York Post.
Ia kemudian mempertanyakan klaim AS bahwa kekuatan laut Iran telah “dihancurkan sepenuhnya," yang menurutnya tidak benar.
"Mengapa Amerika Serikat tidak berani menyeberangi Selat Hormuz?" tanya Rezaee.
Dalam kesempatan yang sama, Rezaee memperingatkan bahwa kapal-kapal perang AS di Selat Hormuz tengah berada dalam jangkauan rudal Iran.
Ia menegaskan, Teheran siap menenggelamkan kapal-kapal tersebut jika AS mencoba mengontrol jalur pelayaran penting itu.
“Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara kuat seperti AS?” katanya menyindir Donald Trump.
“Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami. Mereka pasti bisa menjadi sasaran rudal kami dan kami bisa menghancurkan semuanya.”
Rezaee juga menyebut bahwa peluncur rudal Iran telah diarahkan ke kapal induk AS, termasuk USS Abraham Lincoln dan armada lainnya.
Pria berusia 71 tahun ini menambahkan, Teheran tidak akan meninggalkan selat tersebut kecuali "hak-haknya" sepenuhnya dijamin — dan bersumpah bahwa Iran yang menetapkan syarat-syarat perdamaian, bukan Washington.
Baca: China Siap Perang! Diam-diam Kirim Senjata Canggih ke Iran, Bohongi Presiden AS Donald Trump?
Baca: Rangkuman AS-Iran: Netanyahu Ngotot IDF Siaga di Lebanon, Teheran Diduga Pakai Satelit China
(*)
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: KOMPAS
Mancanegara
Aksi Blokade AS di Hormuz Berlanjut! Kapal-kapal Tanker Berjejer Terdampar di Selat Hormuz
Jumat, 17 April 2026
Internasional
Netanyahu Setuju Gencatan 10 Hari tapi Tetap Ngotot IDF Tetap Siaga di Lebanon
Jumat, 17 April 2026
Tribunnews Update
Negosiasi AS-Iran Memanas, Trump Pertimbangkan Perpanjang Gencatan Senjata
Jumat, 17 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Netanyahu Ngotot IDF Siaga di Lebanon, Teheran Diduga Pakai Satelit China
Jumat, 17 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.