Selasa, 21 April 2026

Lawan Blokade AS, Kapal Tanker Iran Tetap Melintas di Selat Hormuz

Kamis, 16 April 2026 20:10 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO - Sebuah kapal tanker super milik Iran dilaporkan melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan, di tengah klaim blokade yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak Teheran.

Laporan tersebut disampaikan oleh kantor berita pemerintah Iran, Fars, yang menyebut kapal itu sebagai very large crude carrier (VLCC) dengan kapasitas angkut hingga dua juta barel minyak mentah.

Menurut Fars, kapal tanker tersebut melintasi jalur strategis itu secara terbuka dengan sistem pelacakan tetap aktif.

Kapal juga disebut memasuki perairan Iran tanpa upaya penyamaran dan menyelesaikan perjalanan tanpa hambatan.

Media tersebut menafsirkan peristiwa ini sebagai bentuk perlawanan simbolis terhadap upaya Washington untuk mengekang ekspor minyak Teheran..

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi koridor sempit ini dalam kondisi normal.

Karena itu, setiap perkembangan di wilayah tersebut berpotensi berdampak langsung pada stabilitas pasar energi global.

Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat seiring konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Situasi ini turut memengaruhi lalu lintas maritim, dengan sejumlah kapal komersial memilih menghindari rute tersebut karena pertimbangan keamanan.

Di sisi lain, kalau blokade yang menargetkan ekspor minyak Iran masih berlaku.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi tekanan ekonomi dan militer terhadap Teheran.

Washington juga mengklaim pada hari pertama penerapan, tidak ada kapal yang berhasil menembus blokade, dan sejumlah kapal dagang memilih berbalik arah.

Namun, pejabat AS mengakui setidaknya ada kapal yang kemudian melanjutkan pelayaran melalui jalur tersebut.

AS juga menuding Iran tetap menjalankan perdagangan minyak melalui berbagai metode alternatif, termasuk praktik yang disebut sebagai “transit gelap” untuk menghindari sistem pemantauan internasional.

Perkembangan di Selat Hormuz ini berlangsung bersamaan dengan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan putaran lanjutan perundingan antara Washington dan Teheran kemungkinan akan digelar dalam waktu dekat, dengan salah satu opsi lokasi di Islamabad.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved