Selasa, 14 April 2026

Berita Terkini

Netanyahu Sebut Moral Eropa Lemah usai Inggris Tolak Dukung AS Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 17:53 WIB
Kompas.com

Unduh aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk mendapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa London tidak akan bergabung dalam blokade Selat Hormuz yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.

Pernyataan ini disampaikan di London pada Senin (13/4/2026) di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Starmer menegaskan, fokus utama Inggris adalah membuka kembali jalur pelayaran tersebut karena penutupan Selat Hormuz berdampak besar pada perekonomian global.

Inggris memilih menempuh jalur diplomasi dan enggan bergabung dalam blokade yang diinisiasi AS.

Baca: Ketegangan Meningkat, Iran Berlakukan Aturan Bayar Tol bagi Kapal di Selat Hormuz

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pandangan berbeda.

Dalam pidatonya pada peringatan Holocaust, Senin (13/4/2026), Netanyahu mengkritik keras sikap negara-negara Eropa.

Netanyahu menilai Eropa memiliki kelemahan moral dalam menghadapi konflik saat ini.

"Eropa, yang telah melupakan begitu banyak hal sejak Holocaust, dapat belajar banyak hal dari kita," ujar Netanyahu.

Ia menekankan pentingnya perbedaan tajam antara kebaikan dan kejahatan yang mengharuskan pihak tertentu untuk berani berperang.

Netanyahu juga menegaskan kembali komitmen Israel untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Sementara itu, ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat pasca-gagalnya perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Untung
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved