Minggu, 10 Mei 2026

Local Experience

Umbul Temanten: Legenda Putri Prabu Brawijaya dan Asal Usul Kolam Pengantin di Pengging, Boyolali

Selasa, 14 April 2026 11:17 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kawasan Pengging, di Kecamatan Banyudono, Boyolali, identik dengan tempat wisata pemandian alami.

Salah satunya kompleks pemandian raja, Tirtomarto.

Salah satu kolam renang di tempat ini dinamai Umbul Temanten, yang berarti Kolam Pengantin.

Nah, bagaimana asal muasal umbul ini dinamai Temanten?

Pengelola Umbul Tirtomarto, Wardoyo, mengisahkan, sejarah Umbul Temanten tak lepas dari kehidupan keluarga raja di era Majapahit.

Dahulu kala, Raja Majapahit, Prabu Brawijaya, mempunyai putri cantik jelita.

Sayang, kecantikan itu punya cela.

Sang putri punya masalah bau badan.

Putri penguasa Kerajaan Majapahit itu punya penyakit yang membuat tubuhnya berbau amis.

Berbagai cara pun dilakukan sang raja supaya penyakit putrinya itu hilang.

Namun, usaha sang Prabu belum membuahkan hasil.

Hingga akhirnya, Prabu Brawijaya mengadakan sayembara untuk menyembuhkan putrinya itu.

Siapa yang bisa menyembuhkan putrinya, bila perempuan akan diangkat menjadi anak, dan bila laki-laki, maka akan dinikahkan dengan putrinya.

Sayembara itu kemudian mendatangkan sejumlah orang yang mencoba menyembuhkan bau badan sang putri Majapahit.

Adalah seorang pendeta tua yang akhirnya berhasil melakukannya.

Bagi seorang raja, pantang mengingkari janji yang telah diucapkan.

Meski terkejut, akhirnya putri Brawijaya tetap mau menikah dengan pendeta tua yang telah menyembuhkannya itu.

“Usai menikah, sang putri pergi dari istana. Dia pergi dikawal beberapa prajurit,” kata Wardoyo.

Singkatnya, perjalanan putri raja sampai ke sebuah umbul yang ada di kawasan Umbul Pengging, Boyolali.

Sang putri yang merasa haus, lelah, dan kepanasan, tertarik dengan air bening itu.

Dia menceburkan dirinya ke dalam kolam itu.

Namun ternyata sang putri tidak kunjung muncul dari permukaan.

Para prajurit yang mengikuti perjalanan sang putri langsung melakukan pencarian, namun tak membuahkan hasil.

Para prajurit itu lalu kembali ke Majapahit untuk melapor.

Prabu Brawijaya kemudian meminta pendeta tua yang merupakan menantunya itu untuk mencari putrinya yang hilang, sebagai tanggung jawabnya sebagai seorang suami.

Pendeta tua itu lalu menceburkan diri ke kolam tempat putri raja itu menghilang.

Namun sama dengan sang putri, pendeta tua itu juga tak kunjung ke permukaan.

Prajurit yang menemani pendeta tua itu kemudian melaporkan kejadian hilangnya suami putri raja ke Majapahit.

Prabu Brawijaya kemudian memerintahkan untuk membangun kolam mata air itu dengan benteng melingkar dan dinamai Umbul Temanten atau Pengantin.

“Meski demikian, tidak ada mitos apa pun di Umbul Temanten ini. Pasangan yang mandi tidak akan hilang seperti kisah legendanya,” ujarnya.

Tidak ada pula mitos pasangan yang mandi di sini hubungannya menjadi langgeng.(*)

Sumber: https://solo.tribunnews.com/2021/10/21/sejarah-umbul-temanten-pengging-boyolali-tempat-putri-majapahit-dan-suami-menghilang-selamanya?page=all&s=paging_new

Program: Local Experience
Editor Video: Magang Zafira Hakim

#localexperience #wisata #wisataumbul #wisatajawatengah #umbulboyolali #umbuljawatengah #umbultemanten

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved