Berita Terkini
Mengapa Trump Blokade Selat Hormuz? Ini Alasan Strategis di Balik Keputusannya
Unduh aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk mendapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara resmi mengumumkan pemblokadean Selat Hormuz yang sebelumnya sudah ditutup oleh pihak Iran.
Keputusan ini diambil Trump setelah perundingan di Pakistan gagal menemui titik tengah. Padahal, sebelumnya Trump bersikeras ingin agar selat yang menjadi jalur distribusi 20 persen minyak dunia itu dibuka kembali.
“Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat akan memulai proses memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump melalui Truth Social.
Baca: Trump Tak Peduli jika Iran Kembali Negosiasi, Pembicaraan Gagal Picu Ancaman Blokade AS
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memutus sumber pendanaan utama bagi pemerintah dan operasi militer Iran. Selama ini, Iran diketahui mengizinkan beberapa kapal tanker melewati selat tersebut dengan imbalan biaya tinggi, yang membuat mereka tetap mampu mengekspor jutaan barel minyak per hari.
Selain alasan keamanan, Trump juga menggunakan momentum ini sebagai strategi penjualan minyak AS. Di tengah gangguan pasokan global, Trump mendorong negara-negara yang biasanya bergantung pada jalur Selat Hormuz—terutama China—untuk mengalihkan pembelian minyak ke Amerika Serikat.
Meskipun AS kini merupakan salah satu produsen dan pengekspor minyak terbesar di dunia, kapasitasnya dinilai belum cukup untuk menggantikan arus besar minyak yang biasanya mengalir melalui Selat Hormuz secara total. Kebijakan ini pun berisiko memicu lonjakan harga minyak dan gas dunia yang lebih tinggi.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
Konflik Timur Tengah
Negosiasi 21 Jam Berakhir Nihil, Iran Mengadu ke Putin, Sebut AS Terlalu Paksakan Kehendak
21 jam lalu
Mancanegara
Nekat! Kapal Rusia Dobrak Blokade AS di Selat Hormuz, Padahal Armada Laut Kena Sanksi Barat
21 jam lalu
Mancanegara
Menlu Iran Blak-blakan, Ini Alasan Temui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow
21 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Strategi Negosiasi Iran Dianggap Cemerlang, Kanselir Jerman: AS Dipermalukan Teheran
21 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Sebut Iran Terampil dalam Strategi Negosiasi, Kanselir Jerman: AS Dipermalukan Teheran
21 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.