Senin, 13 April 2026

Tribunnews Update

Pesawat Nirawak Tercanggih AS Hilang di Selat Hormuz, Satu-satunya Drone Intai Canggih Dilumat Iran

Senin, 13 April 2026 08:54 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pesawat nirawak milik Angkatan Laut AS jenis MQ-4C Triton dilaporkan hilang di kawasan Selat Hormuz.

Pesawat nirawak ini menghilang dari radar sesaat mengirimkan sinyal darurat atau kode 7700.

Baca: Negosiasi Gagal Total! Perundingan AS-Iran Buntu, Delegasi Langsung Tinggalkan Pakistan

Sampai saat ini, nasib pesawat nirawak tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Dengan nilai mencapai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,5 triliun, pesawat nirawak ini menjadi salah satu drone militer termahal yang dimiliki Amerika Serikat.

MQ-4C Triton melakukan misi pengintaian di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak Jumat (10/4/2026).

Baca: RUSIA Turun Tangan! Putin Siap Jadi Penengah AS vs Iran Usai Negosiasi 21 Jam Gagal Total

Pesawat nirawak itu kemudian terpantau dalam perjalanan kembali menuju pangkalan udara di Naval Air Station Sigonella, Italia.

Namun, pesawat sempat berbelok ke arah wilayah Iran sebelum akhirnya mengirimkan sinyal darurat.

Tak lama setelah itu, pesawat nirawak mengalami penurunan ketinggian secara drastis hingga akhirnya hilang sepenuhnya dari sistem radar.

Baca: Sebut Eskalasi AS Malah Jadi Bumerang, Iran: Meja Perundingan Jadi Kemenangan Baru Poros Perlawanan

Pesawat nirawak MQ-4C Triton bukan hanya drone biasa.

Dalam sistem pertahanan modern, pesawat ini punya peran vital sebagai alat pengintaian strategis.

Pesawat ini dirancang untuk melakukan pengawasan matirim dalam skala luas dan jangka panjang.

Dengan teknologi canggih, pesawat nirawak mampu memantau pergerakan di wilayah sensitif tanpa harus melibatkan pilot secara langsung.

Baca: Alasan di Balik Pengerahan Jet Tempur JF-17 Pakistan ke Arab Saudi di Tengah Negosiasi AS-Iran

Dalam operasinya, pesawat nirawak Triton sering menjadi “mata di langit” yang mendukung pesawat patroli seperti P-8A Poseidon. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved