TRIBUNNEWS UPDATE
IRGC Beralih ke Mode Perang Penuh di Tengah Perundingan, 2 Kapal Perang AS Dibidik Bom Hantam Iran
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras pada AS.
Seusai gencatan senjata tak membuahkan kesepakatan, IRGC menegaskan kembali kendali penuhnya atas Selat Hormuz.
IRGC juga menegaskan bahwa pihaknya akan menyasar dan mengebom kapal perang AS yang beroperasi di Selat Hormuz.
Langkah ini dilakukan seusai Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi dua kapal perusak termasuk USS Michael Murphy melintas di Selat Hormuz untuk membersihkan ranjau laut.
Baca: Trump Ancam China Bakal Dapat Masalah Besar jika Berani Pasok Bantuan Senjata ke Iran
Selain itu, pada Sabtu (11/4/2026), kapal perusak USS Frank E Peterson juga melintasi Hormuz dan kini beroperasi di Teluk Arab.
CENTCOM menyebut, misi ini untuk memastikan jalur pelayaran bebas dari ranjau laut yang diduga dipasang oleh IRGC.
Namun, pihak Iran membantah klaim terbaru AS. Juru bicara Markas Besar Pusat militer Iran, Khatam al-Anbiya, menegaskan tidak ada kapal AS yang melintasi selat tersebut.
“Klaim komandan Centcom mengenai pendekatan dan masuknya kapal-kapal Amerika ke Selat Hormuz dibantah keras,” kata juru bicara tersebut.
Baca: Donald Trump Nonton UFC saat Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Buntu
Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berada di bawah kendali Angkatan Bersenjata Iran.
Situasi ini, menggoyahkan gencatan senjata yang rapuh, terutama karena bertepatan dengan perundingan perdamaian yang sedang berlangsung di Islamabad. (Tribun-Video.com)
Artikel telah tayang di sini
Reporter: Nila
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribun Video
Berita Terkini
Trump Ancam China Bakal Dapat Masalah Besar jika Berani Pasok Bantuan Senjata ke Iran
6 jam lalu
Berita Terkini
Perundingan Buntu, Negosiasi Damai AS-Iran Gagal soal Durasi hingga Syarat Nuklir
6 jam lalu
Berita Terkini
Negosiasi 21 Jam di Pakistan Gagal, Iran Sebut Tuntutan Amerika Serikat Terlalu Berlebihan
6 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.