Mancanegara
Lebanon Menjadi Penentu Nasib Gencatan Senjata Antara Amerika dan Pihak Iran
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat memberi harapan meredanya konflik di Timur Tengah kini justru berada di ambang kegagalan.
Penyebabnya adalah eskalasi kekerasan di Lebanon yang memicu perdebatan serius mengenai cakupan kesepakatan damai tersebut.
Rapuhnya negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran yang berlangsung dua pekan terjadi setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk Beirut, Lembah Bekaa, dan wilayah selatan.
Serangan pada Rabu (8/4/2026) menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya, menjadikannya salah satu hari paling berdarah dalam konflik terbaru di kawasan tersebut.
Dampak serangan terasa luas, dengan banyak permukiman padat penduduk hancur dan fasilitas kesehatan kewalahan menangani lonjakan korban.
Ketua parlemen Lebanon, Nabih Berri, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang, terutama karena terjadi bertepatan dengan pengumuman gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Di sisi lain, Israel menyatakan operasi militernya ditujukan untuk merespons ancaman keamanan dari kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon, yakni Hizbullah, yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Iran di kawasan.
Alasan ini yang mendorong Iran untuk merespons situasi tersebut dengan langkah strategis, menyasar jalur vital perdagangan energi dunia di Selat Hormuz.
Baca: Gegara Warisan Rp1 Miliar, Pria di Muratara Tewas Ditusuk Kerabat di Hadapan Istri dan Anaknya
Baca: Prabowo Subianto Minta Maaf & Mundur dari Ketua Umum PB IPSI: Tugas Kebangsaan Menyita Waktu
Teheran menegaskan Lebanon merupakan bagian dari satu front konflik yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika regional, sehingga serangan yang terus berlangsung dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap komitmen damai yang telah disepakati.
Mengapa Lebanon Jadi Kunci?
Mengutip dari Al Jazeera, Lebanon menjadi titik kunci dalam dinamika gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran karena posisinya yang sangat strategis dalam peta geopolitik Timur Tengah.
Negara ini bukan sekadar wilayah terdampak konflik, melainkan basis utama bagi Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran dan selama ini menjadi kekuatan penting dalam menghadapi Israel.
Keberadaan Hizbullah menjadikan Lebanon sebagai “ujung tombak” pengaruh Iran di kawasan, sehingga setiap perkembangan di negara tersebut memiliki dampak langsung terhadap keseimbangan kekuatan regional.
Dalam konteks ini, Lebanon menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan gencatan senjata. Jika wilayah tersebut tidak dimasukkan dalam kesepakatan damai, maka operasi militer berpotensi terus berlangsung tanpa kendali.
Selain itu, Lebanon memiliki nilai strategis bagi Iran sebagai jalur utama dalam mempertahankan pengaruhnya di Timur Tengah.
Hubungan erat antara Teheran dan Hizbullah membuat Lebanon menjadi bagian penting dari strategi pertahanan Iran.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lebanon Jadi Kunci Gencatan Senjata AS–Iran, Ternyata Ini Rahasia Besar di Baliknya
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
Dari Atas Kapal Perang! Menteri Pertahanan AS Beri Ultimatum ke Iran di Laut Singapura
2 hari lalu
Mancanegara
Putin Murka Ke Trump, Rusia Ancam Pejabat AS dan Siapkan Serangan Besar ke Kyiv
2 hari lalu
Mancanegara
Iran dan AS Sepakat Gencatan Senjata Sementara, Keputusan Akhir di Tangan Trump
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Geger Paksa Iran Lepas Nuklir, AS Ancam Eksekusi Bekas Uranium di Teheran Bareng IAEA
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rupiah Kian Tertekan Dekati Rp18.000 per Dolar AS BI Turun Tangan Beberkan Penyebab Utama
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.