Senin, 13 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Ikut Terdampak Perang AS-Iran, BPOM akan Panggil Industri Farmasi Bahas Stok Obat dan Vaksin

Kamis, 9 April 2026 12:59 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan, stok obat dan vaksin masih relatif aman dalam enam bulan ke depan di tengah konflik Iran, AS, dan Israel.

Meski begitu, ia tidak menampik pengaruh geopolitik ke ketersediaan obat dan vaksin, termasuk memicu harga melambung tinggi.

Terlebih, 90 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor.

"Berhubungan dengan stok obat dan vaksin harus diketahui bahwa produk-produk kita 90 persen raw materialnya itu impor, tentu berpengaruh termasuk terhasap harga," tuturnya dalam konferensi pers di kantor BPOM RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca: Viral Bayi di Riau Diberi Nama Ali Khamenei, Kedubes Iran Datangi Keluarga untuk Sampaikan Apresiasi

Baca: Prabowo Jawab Kritikan Dirinya Keras Kepala, Contohkan Keberanian Pejuang Iran Tak Ingin Dijajah

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BPOM berencana segera mengumpulkan pelaku industri farmasi.

Tujuannya mencari solusi bersama terkait ketahanan pasokan dalam negeri.

Taruna juga menegaskan komitmen BPOM untuk menjaga ketersediaan obat, khususnya obat-obatan esensial bagi masyarakat.

Obat esensial artinya obat-obat yang sangat dibutuhkan seperti obat hipertensi, obat diabetes, antibiotik, obat jantung atau kardiovascular dan obat penyakit kronis lainnya.

"Tapi yang paling penting bagi kami Badan Pengawas Obat dan Makanan memastikan ketersediaan khususnya obat-obat esensial itu aman bagi rakyat kita," sambungnya.

(Tribun-Video.com)

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Nathanael MoerRahardian
Sumber: Tribun Video

Tags
   #BPOM   #industri farmasi   #Stok Obat   #vaksin

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved