Saksi Kata
Puluhan Calon Pengantin Gagal Nikah Imbas Modus WO Harga Murah, Rugikan hingga Rp700 Juta!
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus dugaan penipuan wedding organizer (WO) dan catering Kamuya menggemparkan Surabaya dan Mojokerto.
Puluhan calon pengantin harus menghadapi kenyataan pahit setelah uang yang mereka setorkan tak berbanding lurus dengan layanan yang dijanjikan.
Beberapa di antaranya bahkan hampir kehilangan momen sakral pernikahan karena vendor mendadak menghilang.
Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa ini memicu reaksi cepat dari Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji.
Ia turun langsung ke lokasi untuk menengahi konflik antara korban dan pemilik WO.
Di tengah tekanan, pemilik usaha akhirnya mengakui kesalahannya.
Namun solusi yang ditawarkan masih menyisakan tanda tanya besar bagi para korban.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik sekaligus peringatan serius bagi calon pengantin.
Sejumlah korban mendatangi rumah pengelola Wedding Organizer (WO) dan Catering Kamuya di kawasan Suro-mulang, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Mayoritas korban berasal dari Surabaya.
Mereka melaporkan kejadian ini kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji.
Menanggapi aduan tersebut, Cak Ji langsung mendatangi lokasi atau kantor dari pihak WO dan catering tersebut.
Kantor yang bersangkutan berada di Kecamatan Rungkut, namun setelah dicek di lokasi, ternyata kantor tersebut hanyalah cabang dan berstatus sewa.
Kemudian para korban dan Cak Ji ini langsung bertolak menuju Mojokerto.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengatakan dirinya langsung datang ke Mojokerto setelah mendapat laporan dari warga Surabaya yang menjadi korban.
"Saya kebetulan ada acara di Jombang, terus ada acara di tempat Pak Wakil Wali Kota Mojokerto. Warga saya itu telepon saya, saya di Mojokerto, Mbak. Menindaklanjuti kejadian yang kemarin di Surabaya masalah wedding dan catering. Nah, kebetulan yang punya catering dan wedding ini tinggalnya di Mojokerto. Ya sudah, saya dampingi sekalian mumpung saya di Mojokerto," ujar Armuji,
Setelah mendengar penjelasan dari korban dan pemilik WO, Armuji menilai persoalan ini sangat memberatkan korban secara psikologis karena berkaitan dengan momen pernikahan.
"Tadi kan sudah dengerin sendiri toh kejadiannya seperti apa? Kesimpulannya, ya mereka katanya mau mengganti tapi nunggu jualan rumah. Jualan rumah itu setahun belum tentu laku. Kan kasihan, ini kan secara psikologis kalau nggak jadi resepsinya, kan punya beban orang-orang itu. Itu yang menjadi beban mereka, karena mereka sudah lunas, sudah selesai semua apa yang mereka minta dari wedding maupun catering," kata Armuji.
Ia juga meminta agar pemilik WO tidak lagi membuka promosi sebelum menyelesaikan tanggung jawab kepada korban.
"Kejadian begini kan sudah sering, yang lagi viral di Jakarta kemarin Puspita Sari, itu kan polanya kelihatan, itu kan modus juga wedding sama catering. Ya jawabannya dia sudah pasrah. Ini supaya di kemudian hari tidak kejadian lagi, biar nggak promosi lagi. Kalau masih promosi lagi nanti korbannya banyak lagi. Kalau sudah seperti ini, ya diselesaikan dulu, jangan buka pameran-pameran lagi," tegas Armuji.
Pemilik WO berinisial PAH mengakui kesalahan dan mengklaim tidak melarikan diri dari tanggung jawab. Ia bahkan mengaku sempat didatangi klien dan dibawa ke kantor polisi.
"Saya mengakui ini benar-benar kesalahan saya. Saya tidak memungkiri kesalahan saya, saya juga tidak lari. Saya mendatangi klien saya itu, lalu saya dibawa ke Polsek. Klien saya yang tanggal 29 (Maret), itu (kejadian) di Surabaya Pak. Saya dibawa ke Polsek Made dan Polsek Jambangan karena ini dua klien berbeda," ujar pemilik WO.
Ia menjelaskan bahwa sudah ada kesepakatan dengan beberapa klien untuk penggantian kerugian dengan menjual rumah.
"Di sana terjadilah kesepakatan untuk penggantian rugi itu. Kalau yang Made itu hanya memberi saya waktu tiga hari. Sebenarnya saya sudah bilang tidak mungkin dalam tiga hari saya bisa mengembalikan uang itu dengan menjual rumah ini. Akhirnya terjadi kesepakatan saya diberi waktu dua bulan untuk penjualan rumah ini," kata dia.
Ia juga mengaku sempat hendak mendatangi klien lain untuk menjelaskan kondisi tersebut.
"Pulang dari sana, akhirnya saya berniat mendatangi klien berikutnya. Belum sempat saya datangi, datanglah satu klien bernama Bu Esly (orang Mojokerto), acaranya 4 April Pak," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Nasib Pemilik WO di Mojokerto Usai Digeruduk Puluhan Calon Pengantin Surabaya, Janji Jual Rumah.(*)
Program: Saksi Kata
Sumber: Surya
Editor: Akmal Khoirul Habib
#SaksiKata #weddingorganizer #woabalabal #penipuanwo #penipuanpengantin #calonpengantin #kasuspenipuan #surabaya #mojokerto
Video Production: Akmal KhoirulHabib
Sumber: Surya
Terkini Nasional
Kronologi Maut! Kakek 4 Cucu di Surabaya Tewas Ditusuk Teman Sendiri, Cekcok Subuh Berujung Maut
1 hari lalu
tribunnews update
Duda Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polda Jatim seusai Viral Hajar dan Cekik Kekasih asal Surabaya
1 hari lalu
Tribunnews Update
Kesaksian Keluarga soal Kematian Kakek di Simokerto Surabaya Penuh Luka Bacok, Diduga Gegara Asrama
2 hari lalu
Tribunnews Update
Kronologi Kakek di Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk seusai Cekcok, Diduga Dikeroyok & Ditikam 4 Orang
2 hari lalu
LIVE UPDATE
Imigrasi Jogja Bongkar Praktik Dugaan Investasi Fiktif oleh Sejumlah WNA, Modusnya Terkuak
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.