Tribunnews WIKI

Red Lionfish atau Ikan Lepu Ayam, Ikan Beracun yang Hidup di Laut

Kamis, 22 Agustus 2019 14:11 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Ikan lepu adalah kelompok spesies ikan laut yang beracun.

Ada beberapa jenis ikan lepu atau disebut juga lionfish.

Lionfish bisa berasal dari genus Pterois, Parapterois, Brachypterois, Ebosia atau Dendrochirus dari keluarga Scorpaenidae.

Lionfish merupakan ikan predator.

Mereka berburu dengan cara menyudutkan mangsanya dengan siripnya yang besar.

Selanjutnya, lionfish akan menerkam mangsanya.

Sementara itu, ikan lepu ayam (Pterois Volitans P. Russeli) dikenal dengan durinya yang panjang.

Ikan yang juga disebut red lionfish ini memiliki warna cerah yang mencolok seperti merah, orange, kuning, atau hitam putih yang berselang-seling.

Klasifikasi

Filum Chordata

Kelas Actinopterygii

Ordo Scorpaeniformes

Family Scorpaenidae

SubFamily Pteroinae

Genus Pterois

Morfologi Red Lionfish

1. Sirip dada memiliki ukuran yang besar dan berbentuk membulat seperti kipas

2. Sirip punggung panjang

3. Terdapat garis-garis di bagian tubuh

4. Sirip red lionfish memiliki jari-jari atau duri yang keras

5. Sirip beracun

6. Memiliki warna yang cerah dan mencolok

Reproduksi

Ketika memasuki musim kawin, red lionfish akan berkumpul di tempat yang sama.

Satu kelompok ikan red lionfish tersebut terdiri dari satu pejantan dan beberapa betina.

Saat melakukan perkawinan red lionfish betina akan melepaskan telurnya terlebih dulu.

Telur tersebut berada dalam kantong-kantong lendir, dimana setiap kantong bisa berisi 20 ribu telur.

Selanjutnya, penjantan akan melakukan pembuahan dengan mengeluarkan sperma.

Telur tersebut akan menetas dalam waktu 36 jam.

Menetasnya telur red lionfish diikuti dengan pecahnya lendir yang menyatukan telur-telur tersebut.

Telur yang baru menetas akan memasuki fase larva.

Selama fase ini, larva akan hidup terombang-ambing mengikuti arus laut.

Larva hidup dengan memakan hewan mikroskopis seperti plankton.

Setelah satu bulan, mereka akan menempuh fase kehidupan di dasar laut hingga dewasa.

Habitat

Red lionfish biasanya hidup di terumbu karang yang berbatu-batu.

Biasanya mereka hidup di kedalaman maksimal 50 meter.

Red lionfish tidak segan menyerang ikan lain yang masuk dalam wilayah teritorialnya.

Hal itu karena red lionfish merupakan hewan yang bersifat teritorial.

Saat siang hari, red lionfish akan bersembunyi di balik lubang atau terumbu karang.

Sebaliknya, red lionfish akan aktif dan mencari makan saat malam hari.

Cara hidup seperti ini dikenal dengan nama nokturnal.

Biasanya, lionfish memakan ikan, udang, hingga kepiting.

Memiliki Racun

Red lionfish memiliki racun yang tersimpan di sirip dada dan punggung.

Bagian sirip yang bertulang dan keras akan berbahaya bagi manusia.

Hal itu karena duri tersebut bisa merobek kulit.

Beberapa efek yang bisa timbul setelah terkena racun red lionfish antara lain sakit pada luka, pusing, sulit bernafas, hingga kematian.

Meski demikian, kasus tersebut jarang terjadi.

Untuk pertolongan pertama, orang yang terkena racun red lionfish dapat menyiram luka dengan air panas.

Kemudian korban harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang tepat dan sesuai.

Species Invasif

Red lionfish memiliki populasi yang besar.

Ledakan populasi lionfish mencapai 700%

Di perairan Karibia dan Atlantik, red lionfish menjadi ancaman baru bagi ekosistem laut.

Red lionfish berkembang biak dengan cepat dan memakan ikan lain.

Permasalahan tersebut menjadi lebih kompleks karena red lionfish tidak memiliki musuh alami di laut.

Alternatif Obat Kanker Serviks

Tiga Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), yaitu Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer, berhasil menemukan obat Anti Kanker Servik yang berasal dari racun lionfish.

Dipilihnya ikan lionfish sebagai bahan alternatif dikarenakan racun duri lionfish mengandung peptida yang memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis, yaitu proses penghambatan proliferasi sel kanker secara selektif.

Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengkestraksi racun duri Lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat dengan proses pemanasan.

Ekstrak racun dari duri lionfish yang telah diperoleh kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker.

Hasilnya, terlihat ada efek inhibisi terhadap sel kanker serviks.

Efek tersebut berarti menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker.

Penelitian tersebut diharapkan mampu menjadi solusi pengobatan kanker serviks.

Selain itu, upaya tersebut juga dapat mengatasi masalah invasi lionfish agar tidak mengganggu ekosistem.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Lepu Ayam atau Red Lionfish

ARTIKEL POPULER:

Baca: Universitas Tarumanagara

Baca: Kanker Serviks, Kanker yang Tumbuh pada Sel di Leher Rahim

Baca: Ibu Kota Rencana Pindah, Uya Kuya Rencana Kembangkan Bisnis ke Kalimantan

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved