Mancanegara
PERTIMBANGKAN ROMBAK KABINET BESAR BESARAN, Wujud Rasa Frustrasi Donald Trump?
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan sedang mempertimbangkan perombakan kabinet yang lebih luas menyusul pencopotan Jaksa Agung Pam Bondi pada Kamis lalu (2/4/2026).
Melansir dari Reuters, langkah ini diambil di tengah meningkatnya rasa frustrasi Trump terhadap menurunnya kepercayaan publik kepadanya akibat meluasnya perang dengan Iran.
Menurut lima sumber yang mengetahui diskusi internal Gedung Putih, wacana perombakan ini dapat berfungsi sebagai langkah "reset" bagi Gedung Putih saat menghadapi periode politik yang menantang.
Adapun tingkat kepercayaan publik kepada Trump kian tersungkur setelah perang dengan Iran yang kini telah berlangsung selama lima minggu tersebut melonjakkan harga bahan bakar di Negeri Paman Sam.
Baca: Iran Gelar Sayembara Berhadiah Besar: Temukan Pilot AS yang Hilang Usai Jet Tempur Ditembak Jatuh
Selain menurunnya tingkat kepercayaan terhadap Trump, perang Iran juga diduga meningkatkan kecemasan konstituen Partai Republik yang mengusungnya jelang pemilihan paruh waktu bulan November mendatang.
Beberapa sekutu Trump menilai pidato "Kemenangan AS atas Iran" sang Presiden pada hari Rabu (1/4/2026) gagal memberikan dampak yang diharapkan.
Selama pidatonya kala itu, Trump menolak untuk memaparkan jalan keluar bagi perang yang dimulai pada 28 Februari tersebut.
Tidak adanya langkah konkret untuk mengakhiri perang ini pun meninggalkan kesan bahwa konflik di Iran bersifat terbuka tanpa akhir.
Baca: Rangkuman Perang Timur Tengah: Trump Desak Buka Hormuz dalam 48 Jam, Pilot Jet AS Hilang di Iran
Seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Reuters menggambarkan pidato tersebut sebagai upaya untuk memproyeksikan rasa kendali dan kepercayaan diri tentang arah perang.
Namun kenyataannya, pidato tersebut justru memperkuat persepsi bahwa perubahan dalam penyampaian pesan atau personel sangat diperlukan.
"Pidato itu tidak mencapai apa yang seharusnya dicapai," kata pejabat tersebut kepada Reuters.
Ia menambahkan bahwa meskipun pendukung inti Trump masih mendukungnya dalam perang, mereka secara luas berada di bawah tekanan ekonomi.
"Pemilih menoleransi pesan ideologis, tetapi mereka merasakan harga bahan bakar secara langsung," tutur pejabat tersebut.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Trump Pertimbangkan Rombak Kabinet Besar-besaran, Pam Bondi Korban Pertama
# ROMBAK # KABINET # Donald Trump # Frustrasi # Presiden Amerika Serikat #
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com
Konflik Timur Tengah
Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik seusai AS Sita Kapal Iran, Disebut untuk Gertak Trump
5 hari lalu
Tribunnews Update
Iran Bantah Klaim Trump soal Uranium, Tegaskan Tidak Akan Pindah Mana Pun Meskipun Ada Klaim AS
5 hari lalu
Mancanegara
Detik-detik Kapal Iran Lumpuh Ditembaki hingga Disita AS saat Coba Dobrak Blokade Trump
5 hari lalu
Tribunnews Update
Di Tengah Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz Trump Tegaskan AS Tak Butuh NATO Lagi
5 hari lalu
Berita Terkini
IRGC Gempur Kapal Amerika Serikat dengan Pesawat Tak Berawak sebagai Balasan Penyitaan Kapal Iran
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.