Minggu, 26 April 2026

Mancanegara

PERTIMBANGKAN ROMBAK KABINET BESAR BESARAN, Wujud Rasa Frustrasi Donald Trump?

Minggu, 5 April 2026 12:01 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan sedang mempertimbangkan perombakan kabinet yang lebih luas menyusul pencopotan Jaksa Agung Pam Bondi pada Kamis lalu (2/4/2026).

Melansir dari Reuters, langkah ini diambil di tengah meningkatnya rasa frustrasi Trump terhadap menurunnya kepercayaan publik kepadanya akibat meluasnya perang dengan Iran.

Menurut lima sumber yang mengetahui diskusi internal Gedung Putih, wacana perombakan ini dapat berfungsi sebagai langkah "reset" bagi Gedung Putih saat menghadapi periode politik yang menantang.

Adapun tingkat kepercayaan publik kepada Trump kian tersungkur setelah perang dengan Iran yang kini telah berlangsung selama lima minggu tersebut melonjakkan harga bahan bakar di Negeri Paman Sam.

Baca: Iran Gelar Sayembara Berhadiah Besar: Temukan Pilot AS yang Hilang Usai Jet Tempur Ditembak Jatuh

Selain menurunnya tingkat kepercayaan terhadap Trump, perang Iran juga diduga meningkatkan kecemasan konstituen Partai Republik yang mengusungnya jelang pemilihan paruh waktu bulan November mendatang.

Beberapa sekutu Trump menilai pidato "Kemenangan AS atas Iran" sang Presiden pada hari Rabu (1/4/2026) gagal memberikan dampak yang diharapkan.

Selama pidatonya kala itu, Trump menolak untuk memaparkan jalan keluar bagi perang yang dimulai pada 28 Februari tersebut.

Tidak adanya langkah konkret untuk mengakhiri perang ini pun meninggalkan kesan bahwa konflik di Iran bersifat terbuka tanpa akhir.

Baca: Rangkuman Perang Timur Tengah: Trump Desak Buka Hormuz dalam 48 Jam, Pilot Jet AS Hilang di Iran

Seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Reuters menggambarkan pidato tersebut sebagai upaya untuk memproyeksikan rasa kendali dan kepercayaan diri tentang arah perang.

Namun kenyataannya, pidato tersebut justru memperkuat persepsi bahwa perubahan dalam penyampaian pesan atau personel sangat diperlukan.

"Pidato itu tidak mencapai apa yang seharusnya dicapai," kata pejabat tersebut kepada Reuters.

Ia menambahkan bahwa meskipun pendukung inti Trump masih mendukungnya dalam perang, mereka secara luas berada di bawah tekanan ekonomi.

"Pemilih menoleransi pesan ideologis, tetapi mereka merasakan harga bahan bakar secara langsung," tutur pejabat tersebut.

(*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Trump Pertimbangkan Rombak Kabinet Besar-besaran, Pam Bondi Korban Pertama

# ROMBAK # KABINET # Donald Trump # Frustrasi # Presiden Amerika Serikat # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved