Aksi No Kings: Trump Bertingkah seperti Raja, Warga Minta Stop Perang dengan Iran | On Focus
TRIBUN-VIDEO.COM - Gelombang unjuk rasa bertajuk “No Kings” berlangsung di berbagai wilayah Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Aksi ini menjadi salah satu bentuk ekspresi publik terhadap gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dinilai sebagian kalangan semakin terpusat.rikat dan menjadi sorotan publik.
Aksi yang disebut melibatkan jutaan orang di seluruh 50 negara bagian tersebut tidak hanya berlangsung di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah yang lebih kecil. Sejumlah pengamat melihatnya sebagai salah satu gerakan sipil terbesar sejak awal masa jabatan kedua Trump pada 2025.
Untuk mengetahui bagaimana kondisi terkini di Amerika Serikat terkait aksi unjuk rasa di sana, Tribunnews On Focus kali ini berbincang dengan Soeko Prasetyo yang sudah 55 tahun tinggal di AS dan sudah menjadi warga negara setempat.
Soeko Prasetyo, pria kelahira Solo yang telah puluhan tahun bermukim di Amerika Serikat ini menceritakan bahwa aksi di New York berpusat di titik ikonik Times Square.
Menurut Soeko, istilah ‘No Kings’ atau 'Bukan Raja' muncul karena masyarakat merasa Donald Trump seringkali mengambil kebijakan tanpa persetujuan Kongres, terutama terkait eskalasi konflik militer dengan Iran.
"Presiden Trump itu seolah-olah seperti raja dalam kebijakannya, yang selalu benar. Makanya muncul aksi 'No Kings'," ujar Soeko saat berbincang dalam program On Focus Tribunnews.com, Kamis (2/4/2026).
Namun, di balik aksi besar tersebut, Soeko mengungkap sebuah fakta paradoks mengenai gaya kepemimpinan Trump yang meledak-ledak.
Berdasarkan pengamatannya selama puluhan tahun tinggal di AS, ia menilai Trump seringkali mengeluarkan retorika yang jauh lebih besar daripada tindakan nyatanya di lapangan.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah soal isu imigrasi dan deportasi warga asing yang selama ini menjadi jualan politik utama Trump.
"Trump ini bicaranya selalu melebih-lebihkan dari apa yang terjadi. Kenyataannya, misalnya dalam imigrasi, dia tidak mendeportasi sebanyak yang dia bicarakan," ungkap Soeko.
Soeko membandingkan data deportasi di era Trump dengan presiden-presiden sebelumnya yang justru jauh lebih agresif dalam memulangkan warga asing ilegal secara administratif.
"Justru dibandingkan dengan presiden sebelumnya seperti (Barack) Obama atau George Bush, mereka itu jauh lebih banyak melakukan deportasi dibanding Trump," tuturnya.
Meski aksi unjuk rasa terus berlangsung rapi dan tanpa insiden kekerasan di New York, Soeko menyebut masyarakat saat ini tengah menanti realisasi janji Trump yang mengklaim bisa mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu dua minggu.
"Rakyat di sini tenang-tenang saja mengenai penarikan pasukan dari Iran itu, kita tanggapi dengan senang hati karena memang itulah tujuan demo saat ini. Kita tidak suka perang," pungkas Soeko.
Saksikan WAWANCARA EKSKLUSIF selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Senjata Pamungkas IRGC Dikerahkan, Markas CIA sampai 'Iron Dome' Washinton Dibom
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rudal Haj Qassem Iran Hantam Baterai HIMARS AS, Markas Rahasia Komandan Elit AS Dibom di UEA
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Gembar-gembor Invasi Darat, AS Tak Berani Cari Pilot Jet Tempur yang Jatuh ke Iran Lewat Jalur Darat
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rudal Cluster Iran Hantam Titik Vital Israel, Iron Dome Jebol Gagal Lindungi Kota Metropol Tel Aviv
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.