TRIBUNNEWS UPDATE
Inggris Ambil Alih Kendali? Kumpulkan 40 Negara Bahas Opsi Buka Selat Hormuz, AS Tak Diajak
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Inggris mengumpulkan 40 negara untuk membahas opsi membuka Selat Hormuz.
Diskusi penting ini dilaporkan tidak melibatkan Amerika Serikat (AS).
Dalam diskusi, 40 negara ini merundingkan bagaimana cara membuka kembali jalur pelayaran minyak penting yang saat ini tersendat akibat perang AS-Iran.
Pertemuan itu digelar secara virtual dengan menteri luar negeri masing-masing negara pada Kamis (2/4/2026).
Dari laporan Al Jazeera, pertemuan ini mengarah pada solusi non militer sebagai upaya diplomasi untuk memastikan keamanan perlintasan minyak dunia.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper menilai bahwa blokade Selat Hormuz adalah langkah yang ceroboh.
Baca: Iran Pamer Kekuatan Tembak Jet di Teluk, Serangan Tiga Front Serentak Kepung Udara dan Darat Israel
Penutupan jalur pelayaran vital itu dinilai berdampak pada stabilitas ekonomi global.
"Kita telah melihat Iran membajak rute pelayaran internasional untuk menyandera ekonomi global," ucap Cooper.
Saat ini diketahui, semua aktivitas di Selat Hormuz terhenti karena serangan balasan Iran ke kapal komersil yang melintas.
Kondisi ini memicu lonjakan tajam harga minyak mentah dan berdampak luas di pasar global.
Untuk itu, negara yang terlibat dalam pertemuan ini sepakat menandatangani pernyataan yang mendesak Iran menghentikan pemblokadean selat.
Negara yang berpartisipasi dalam pertemuan di antaranya Prancis, Jerman, Italia, Kanada, Jepang dan Uni Emirat Arab.
Dari laporan disebut bahwa London juga menunjukkan koalisi lain ikut terlibat.
Baca: Iran Tak Takut Serang Kapal Nuklir Terbesar AS USS Gerald R. Ford, Babat dari 17 Titik hingga Kabur
Yakni negara-negara Skandinavia, negara Baltik, Bahrain, Panama dan Nigeria.
Sementara AS dikonfirmasi tidak ikut dalam pertemuan penting tersebut.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa membebaskan jalur Hormuz bukan tugas utamanya.
Trump justru meremehkan sekutu Eropa AS, karena enggan mendukung perang.
Ia juga memberikan ancaman untuk menarik AS keluar dari NATO karena tak adanya bantuan dari sekutunya itu. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di theguardian.com
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Mellinia Pranandari
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Nila
Video Production: Mellinia Pranandari Putri Kristianto
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Sulit Dideteksi AS! Iran Pakai Taktik Kawanan Hadapi Invasi Darat, Terowongan Rahasia Diaktifkan
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Pamer Kekuatan Tembak Jet di Teluk, Serangan Tiga Front Serentak Kepung Udara dan Darat Israel
Jumat, 3 April 2026
LIVE UPDATE
Trump Lepas Tanggung Jawab soal Pengamanan Pelayaran di Selat Hormuz, 40 Negara Gelar Rapat Darurat
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Iran-AS: 2 Kapal Nuklir Pentagon Dibabat IRGC, Jantung Israel Keos Dihujani 130 Roket
Jumat, 3 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.