Selasa, 14 April 2026

Terkini Daerah

Warga Yogyakarta Gelar Kirab dan Sowan Massal Peringati HUT ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X

Jumat, 3 April 2026 13:53 WIB
Tribun Jogja

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak 10.000 hingga 12.000 warga, bersama lurah dan pamong kalurahan se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar kirab dan sowan massal ke Keraton Yogyakarta, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang melibatkan perwakilan dari 438 kalurahan dan kelurahan ini diselenggarakan dalam rangka perayaan Mangayubagya Yuswa Dalem ke-80 Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dalam kirab tersebut, setiap kalurahan memproyeksikan pengiriman 20 hingga 30 orang perwakilan. Para peserta membawa aneka hasil bumi dan potensi unggulan dari wilayah masing-masing, yang dikenal dengan istilah gelondong pengarem-arem, sebagai bentuk simbolis penghormatan.

Hasil bumi yang dibawa sangat beragam, mulai dari singkong, pepaya, beras, ketela, kelapa, hingga uwi dan sayur-mayur. Rombongan juga membawa ternak seperti ayam, angsa, mentok, hingga burung.

Salah satu yang paling mencuri perhatian publik adalah gunungan bawang merah (brambang) seberat 1 kuintal yang dibawa oleh perwakilan Kelurahan Canden, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul.

Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan DIY (Nayantaka), Gandang Hardjanta, menjelaskan bahwa momentum ini merupakan wujud penghormatan serta ungkapan terima kasih masyarakat kepada sosok pemimpin mereka.

"Iya, ini sebagai wujud terima kasih kami kepada Ngarsa Dalem, bahwa di usia 80 tahun masih mengayomi kami dan segenap masyarakat DIY secara luas. Pada kesempatan ini yang utama adalah kami masyarakat Jogja mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ngarsa Dalem yang ke-80," ujar Gandang ditemui di Keraton Yogyakarta, Kamis (2/4/2026).

Simbol Kegotongroyongan dan Tanpa Paksaan

Gandang menegaskan bahwa gunungan dan hasil bumi yang dihaturkan kepada Keraton Yogyakarta tidak akan dinikmati secara sepihak oleh pihak keraton. Seluruh hasil bumi tersebut akan didistribusikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pemerintah daerah di tingkat kabupaten.

"Ini memberikan pesan bahwa Jogja penuh kegotongroyongan. Gelondong pengarem-arem memang dihaturkan ke Keraton, tetapi kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui bupati. Bukan untuk Keraton, melainkan dikembalikan lagi kepada masyarakat," tuturnya.

Persiapan acara ini memakan waktu sekitar dua bulan. Gandang memastikan partisipasi setiap kalurahan murni didasarkan pada keikhlasan dan kemampuan masing-masing wilayah tanpa unsur paksaan.

"Alhamdulillah sambutan teman-teman cukup baik, tidak ada unsur paksaan karena mereka sadar sebagai kalurahan telah dipercaya anggaduh (mengelola) Tanah Kas Desa," jelasnya.

Ia menambahkan pengelolaan Tanah Kas Desa tersebut memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi pendapatan desa atau kalurahan.

"Nah, itu juga menjadi pendapatan desa atau kalurahan. Ada yang mencapai Rp30 juta hingga Rp100 juta. Bahkan di Tebing Breksi mencapai miliaran rupiah sebagai kas desa," katanya.

Gandang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat sekaligus memohon maaf kepada masyarakat apabila kegiatan kirab menimbulkan gangguan aktivitas.

Profil Sri Sultan Hamengku Buwono X

Sri Sultan Hamengku Buwono X merupakan raja ke-10 Dinasti Mataram Islam di Yogyakarta sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjabat sesuai Undang-Undang Keistimewaan DIY.

Biodata Singkat

Nama lahir: BRM (Bendara Raden Mas) Herjuno Darpito
Gelar kebesaran: Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senawati Ing Alaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sadasa
Lahir: Yogyakarta, 2 April 1946
Naik takhta: 7 Maret 1989 menggantikan ayahnya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Kepemimpinan dan Karakter

Penjaga budaya: dikenal konsisten menjaga kelestarian tradisi Jawa di tengah modernitas.

Tokoh reformasi: berperan penting dalam dinamika Reformasi 1998 melalui Pisowanan Ageng yang menenangkan massa di Yogyakarta.

Inovator pembangunan: fokus pada pengembangan ekonomi berbasis budaya dan pariwisata serta penguatan sektor pendidikan dan teknologi.

Visi global: aktif dalam forum internasional melalui diplomasi budaya dan kerja sama lintas negara.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Mangayubagyo 80 Tahun Sri Sultan HB X, Warga Bantul Kirab Gunungan Brambang 1 Kuintal

Program: Local Experience
Editor: Faiz Fadhilah

#localexperience #keratonyogyakarta #keratonjogja #kirab #hut #hbx #sultanjogja #budayajawa #shortvideo #indonesia

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Faiz Fadhilah
Sumber: Tribun Jogja

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved