Mancanegara
Teror Awal Bulan! Iran Ancam Rudal Perusahaan AS, Microsoft hingga Google Kini Dalam Siaga Tinggi!
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengancam akan menargetkan perusahaan teknologi dan industri besar Amerika Serikat mulai 1 April.
Ancaman ini disebut sebagai bentuk pembalasan atas serangan terhadap wilayah Iran.
Dalam pernyataannya yang disiarkan media pemerintah, IRGC menyebut sedikitnya 18 perusahaan akan menjadi sasaran, termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, serta Boeing.
IRGC memperingatkan bahwa operasi regional perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi terdampak, terutama di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita Tasnim, peringatan itu disertai imbauan kepada karyawan untuk segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat.
Ancaman terhadap perusahaan sipil menunjukkan meluasnya spektrum konflik, dari militer menjadi ekonomi dan teknologi.
Menanggapi ancaman tersebut, Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat siap untuk melawan setiap potensi serangan.
“Militer Amerika Serikat siap dan telah siap untuk membatasi setiap serangan oleh Iran, sebagaimana dibuktikan oleh penurunan 90 persen dalam serangan rudal balistik dan drone oleh rezim teroris tersebut,” kata seorang pejabat Gedung Putih, yang berbicara dengan syarat anonim.
Baca: Sekutu AS Berkhianat! Trump Ngamuk pada Prancis dan Italia Serta Siapkan Sanksi Bagi Pembantu Iran
Baca: Pasukan Chechnya Siap Diterjunkan Ke Iran! Bantu 1 Juta Kombatan Teheran, Perang Darat Makin Panas
Peran Teknologi dalam Operasi Militer
Amerika Serikat diketahui sangat bergantung pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung operasi militernya.
Sistem ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam jaringan intelijen yang menggabungkan data dari satelit, drone pengawasan, intelijen sinyal, hingga analisis data secara waktu nyata.
Melalui sistem tersebut, militer mampu mengidentifikasi, melacak, dan menganalisis potensi ancaman dengan lebih cepat dan akurat.
AI berperan penting dalam memproses data dalam jumlah besar, menemukan pola, serta mendeteksi pergerakan atau anomali yang sulit ditangkap oleh analis manusia.
Perusahaan teknologi memiliki kontribusi, meskipun sering kali tidak langsung.
Mereka menyediakan infrastruktur penting seperti layanan cloud, pemetaan digital, hingga kemampuan komputasi berbasis AI yang dapat diadaptasi untuk kebutuhan pertahanan.
Selain itu, pemanfaatan AI juga memungkinkan proses penargetan yang lebih presisi.
Sistem ini dapat mempercepat pengambilan keputusan militer dan meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi target bernilai tinggi berdasarkan data lokasi, pola aktivitas, serta konektivitas komunikasi.
Ancaman IRGC terhadap perusahaan-perusahaan besar AS dinilai berpotensi memicu kekhawatiran global, terutama bagi sektor teknologi dan industri yang memiliki operasi lintas negara.
Jika ancaman ini direalisasikan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga dapat mengganggu rantai pasok global dan stabilitas ekonomi kawasan.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Ancam Serang Perusahaan AS, dari Microsoft hingga Boeing, Karyawan Diminta Tinggalkan Kantor
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Trump Isyaratkan Satu Kesempatan Terakhir untuk Iran, Tetap Buka Opsi Militer di Tengah Ketegangan
2 hari lalu
Mancanegara
KONFLIK MEMANAS! Marinir AS Cegat Kapal Tanker Iran di Teluk Oman, Diklaim Langgar Blokade
2 hari lalu
Tribunnews Update
Blokade Iran Diperketat, AS Alihkan 90 Kapal Komersial di Selat Hormuz untuk Perketat Pengepungan
2 hari lalu
Tribunnews Update
Balas Trump, Iran Ancam Perluas Perang hingga Luar Timur Tengah jika AS Kembali Serang Teheran
2 hari lalu
Tribunnews Update
Iran Tuding AS Berusaha Memulai Perang Baru demi Paksa Teheran Tunduk pada Tekanan Barat
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.