Senin, 13 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Pentagon Ketar-Ketir! Krisis Rudal Tomahawk Terbongkar Saat Iran Cengkeram Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 16:44 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pentagon menyatakan kekhawatirannya atas laju penggunaan rudal Tomahawk.

Rudal Tomahawk digunakan AS hanya dalam waktu empat minggu perang melawan Iran.

AS telah meluncurkan 850 Tomahawk,masing-masing seharga $2 juta dan $3,6 juta.

Baca: Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS! Pentagon Langsung Bantah: Tidak Ada Jet Tempur AS yang Ditembak

Dengan rudal tersebut Angkatan Laut AS dapat menyerang target hingga 1.000 mil.

Kekhawatiran Pentagon karena kesulitan dalam pembuatan rudal jelajah.

Seorang pejabat mengatakan kepada Washington Post bahwa persediaannya sangat sedikit.

Yang lain mengatakan pasokan Tomahawk mirip dengan 'Winchester,' berarti kehabisan amunisi.

Baca: Detik-detik Kedutaan AS di Baghdad Terbakar! Drone Misterius Hantam Gedung, Pentagon Salahkan Iran

Para pejabat berdiskusi apakah rudal Tomahawk di wilayah lain, seperti Indo-Pasifik, perlu dikirim ke Timur Tengah.

Tomahawk menjadi rudal andalan militer AS sejak pertama kali digunakan dalam Perang Teluk oleh George HW Bush.

Selain itu Tomahawk juga memungkinkan militer AS berkomunikasi dengan rudal melalui satelit.

Dapat menyerang target yang telah diprogram, atau menemukan target baru menggunakan GPS.

Menipisnya persediaan rudal dapat menyulitkan kubu AS di tengah gejolak konfliknya dengan Iran.


(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang dengan judul, Panic inside the Pentagon after staggering report lays bare Tomahawk missile crisis as Iran keeps stranglehold on Strait of Hormuz
https://www.dailymail.co.uk/news/article-15685177/Panic-inside-Pentagon-staggering-report-lays-bare-Tomahawk-missile-crisis-Iran-keeps-stranglehold-Strait-Hormuz.html


Editor: Agilio OktoViasta
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved