Sabtu, 25 April 2026

Berita Terkini

Tolak Tawaran Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Donald Trump: Tidak Terima Kasih

Jumat, 27 Maret 2026 10:53 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan klaim mengejutkan dengan menyebut bahwa rakyat Iran ingin menjadikannya sebagai pemimpin tertinggi mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam acara penggalangan dana tahunan Komite Kongres Republik Nasional (NRCC) di Washington pada Rabu (25/3/2026) malam waktu setempat. Meski mengeklaim adanya tawaran tersebut, Trump secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk mengambil posisi tersebut.

Baca: Iran Tanggapi Proposal 15 Poin dari AS, Sebut Usulan Washington Bersifat Tidak Proporsional

Donald Trump mengeklaim bahwa gagasan untuk menjadikannya Pemimpin Tertinggi Iran sempat diutarakan secara informal oleh para pemimpin di Teheran. Hal ini disebut terjadi setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei beberapa waktu lalu.

“Tidak pernah ada kepala negara yang menginginkan jabatan itu lebih sedikit daripada saya. Mereka berkata, ‘Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya.’ Tidak, terima kasih. Saya tidak menginginkannya,” ujar Trump dalam pidatonya.

Di sisi lain, Iran sendiri secara resmi telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Selain soal jabatan, Trump juga kembali menegaskan bahwa pihak Iran saat ini sedang berupaya melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir satu bulan.

Namun, klaim mengenai adanya pembicaraan damai tersebut secara terbuka dibantah oleh pihak Iran. Donald Trump menyebut bahwa para pemimpin Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan damai, tetapi mereka merasa takut terhadap reaksi rakyatnya sendiri maupun tekanan dari pihak Amerika Serikat.

Sementara itu, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa perundingan perdamaian dengan Iran masih terus berlangsung di balik layar, meskipun Teheran tetap bersikukuh membantah adanya jalur negosiasi tersebut di hadapan publik.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved