Berita Terkini
Tolak Tawaran Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Donald Trump: Tidak Terima Kasih
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan klaim mengejutkan dengan menyebut bahwa rakyat Iran ingin menjadikannya sebagai pemimpin tertinggi mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam acara penggalangan dana tahunan Komite Kongres Republik Nasional (NRCC) di Washington pada Rabu (25/3/2026) malam waktu setempat. Meski mengeklaim adanya tawaran tersebut, Trump secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk mengambil posisi tersebut.
Baca: Iran Tanggapi Proposal 15 Poin dari AS, Sebut Usulan Washington Bersifat Tidak Proporsional
Donald Trump mengeklaim bahwa gagasan untuk menjadikannya Pemimpin Tertinggi Iran sempat diutarakan secara informal oleh para pemimpin di Teheran. Hal ini disebut terjadi setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei beberapa waktu lalu.
“Tidak pernah ada kepala negara yang menginginkan jabatan itu lebih sedikit daripada saya. Mereka berkata, ‘Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya.’ Tidak, terima kasih. Saya tidak menginginkannya,” ujar Trump dalam pidatonya.
Di sisi lain, Iran sendiri secara resmi telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Selain soal jabatan, Trump juga kembali menegaskan bahwa pihak Iran saat ini sedang berupaya melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir satu bulan.
Namun, klaim mengenai adanya pembicaraan damai tersebut secara terbuka dibantah oleh pihak Iran. Donald Trump menyebut bahwa para pemimpin Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan damai, tetapi mereka merasa takut terhadap reaksi rakyatnya sendiri maupun tekanan dari pihak Amerika Serikat.
Sementara itu, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa perundingan perdamaian dengan Iran masih terus berlangsung di balik layar, meskipun Teheran tetap bersikukuh membantah adanya jalur negosiasi tersebut di hadapan publik.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
Lebanon Menjadi Penentu Nasib Gencatan Senjata Antara Amerika dan Pihak Iran
Sabtu, 11 April 2026
Mancanegara
Iran Pasang Harga Tinggi Bikin Trump Desak Netanyahu Turunkan Intensitas di Lebanon
Sabtu, 11 April 2026
Tribun Video Update
Militer AS dan Iran Siaga Tinggi, Persiapkan Diri jika Negosiasi AS-Iran Gagal, Tegaskan Siap Tempur
Sabtu, 11 April 2026
Tribun Video Update
Intel AS Sebut China Kirim Senjata Perang Sistem Pertahanan Udara ke Iran Lewat Jalur Tersembunyi
Sabtu, 11 April 2026
Tribun Video Update
70 Delegasi Senior Iran Datang ke Pakistan Demi Negosiasi dengan AS soal Gencatan Senjata & Hormuz
Sabtu, 11 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.