Kamis, 23 April 2026

Live Tribunnews Update

Update Keadaan Aktivis KontraS Andrie Yunus Pasca Teror Air Keras, Mata Kanan Komplikasi Serius

Kamis, 26 Maret 2026 21:48 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM – Aktivis KontraS, Andrie Yunus, hingga kini masih menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras.
Kondisi yang dialaminya menimbulkan luka bakar serius, termasuk komplikasi pada mata kanan.

Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, menegaskan bahwa pemulihan tidak bisa berlangsung singkat.

Berdasarkan keterangan tim medis RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (26/3/2026), proses penyembuhan total diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Komisioner Komnas HAM lainnya, Pramono Ubaid Tanthowi, yang menyebut kondisi mata kanan Andrie masih dalam pemantauan intensif.
Menurutnya, tim medis terus melakukan tindakan lanjutan untuk mencegah kerusakan lebih parah.

Baca: Rekam Jejak Letjen Yudi Abrimantyo, Mundur seusai 4 Anggota TNI Terlibat Teror Aktivis KontraS

RSCM sendiri menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan peradangan. 

Yoga Nara, Manajer Hukum dan Humas RSCM, menjelaskan bahwa tim medis melakukan debridement, cangkok kulit, dan operasi terpadu yang melibatkan dokter mata serta bedah plastik.

Dalam operasi pada Rabu (25/3/2026), tim medis melakukan pemindahan jaringan, pemasangan membran amnion, serta penjahitan sementara kelopak mata kanan untuk melindungi kornea yang mengalami penipisan. Evaluasi lanjutan dijadwalkan pada Sabtu (28/3/2026).

Yoga menambahkan, tim medis menemukan adanya iskemia atau kekurangan aliran darah pada bagian bawah sklera mata kanan sekitar 40 persen.

Kondisi ini menyebabkan penipisan jaringan sehingga diperlukan tindakan tambahan untuk menjaga stabilitas mata.

Sebagai informasi, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Kasus ini menyeret empat prajurit TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES yang bertugas di Detasemen Markas BAIS TNI. Keempatnya kini ditahan di Puspom TNI.

Imbas dari skandal tersebut, Letjen Yudi Abdimantyo memutuskan melepas jabatannya sebagai Kepala BAIS.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas HAM: Pemulihan Luka Bakar Andrie Yunus Butuh Waktu 2 Tahun

Editor: Rahmat Gilang Maulana
Reporter: Putri Dwi Arrini
Videografer: Gita Irawan
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #aktivis   #Kontras   #Andrie Yunus   #teror air keras   #air keras

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved