Terkini Nasional
Sejumlah LSM Minta Perlakuan Represif Terhadap Warga Papua Dihentikan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama
TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dimotori KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) mendesak pemerintah dan seluruh elemen bangsa Indonesia menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap masyarakat Papua.
Pernyataan itu disampaikan melihat dugaan tindakan persekusi dan rasisme serta penghalangan penyampaian pendapat terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.
Hal itu yang kemudian dirasa menjadi pemicu kerusuhan di Manokwari, Papua Barat yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD.
Sejumlah perwakilan LSM sepakat bahwa aksi unjuk rasa di Papua dan Papua Barat sebagai reaksi atas kejadian di Jawa Timur adalah eskalasi dari rasa jenuh atas perlakuan represif yang diterima mereka selama ini.
"Pertama kami meminta Presiden Indonesia dan Kapolri untuk menjamin warga Papua bebas dari perlakuan diskriminatif, rasial, kekerasan, persekusi, intimidatif, dan represif serta menjamin pemenuhan hak-hak warga Papua untuk berserikat, berkumpul, dan berpendapat," ucap Koordinator KontraS Yani Andriyani dalam pembacaan sikap di Kantor KontraS, Kwitang, Senen, Jakpus, Selasa (20/8/2019).
Kedua, para perwakilan LSM tersebut mendesak kepolisian agar mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga melakukan tindakan diskriminatif, rasial, kekerasan, persekusi, intimidatif, dan represif terhadap warga Papua seperti yang terjadi di Surabaya dan Malang.
Tak terkecuali bagi aparat kepolisian sendiri yang diduga melakukan hal-hal tersebut terhadap warga Papua dalam menyelesaikan masalah tersebut.
"Kami juga mendesak kepolisian untuk tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan terhadap warga Papua," tegasnya.
Dan yang ketiga mereka mendesak Komnas HAM menjalankan tugas sekaligus wewenangnya untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan atas kejadian di Surabaya dan Malang yang menjadi pangkal kemarahan warga di Bumi Cendrawasih.
Ada puluhan LSM yang sepakat untuk menyatakan sikap tersebut antara lain AMAN, AJAR, Asosiasi Kreasi Seni Perempuan, Imparsial, INFID, AII, LBH Apik Jakarta, LBH Jakarta, Greenpeace, JATAM, JSKK, KIARA, KPA, LeIP, Perempuan Mahardika, PUSAKA, PSHK, Purplecode Collective, Solidaritas Perempuan, WALHI, Yayasan Perlindungan Insani, YLBHI, Youth Proactive, Peace Women Across The Globe Indonesia, dan VIVAT Indonesia.(*)
ARTIKEL POPULER:
Baca: Pernyataan Gubernur Papua Bubarkan Pendemo, Janji Akan Bawa Pesan ke Jakarta
Baca: Sebut Pernyataan Jokowi Kurang Tegas, Gubernur Papua: Kami akan Tarik Semua Mahasiswa Papua
Baca: Dalam Waktu Dekat Presiden Jokowi akan Berkunjung ke Papua
TONTON JUGA:
Reporter: Rizal Bomantama
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Detik-detik Ribuan Masyarakat Papua Arak Jenazah Eks Gubernur Papua Lukas Enembe ke STAKIN
Kamis, 28 Desember 2023
TRIBUN-VIDEO UPDATE
Masyarakat Papua Iringi Jenazah Lukas Enembe Disertai Teriakan Papua Merdeka
Kamis, 28 Desember 2023
Sinopsis Film ORPA:
Sinopsis Film ORPA: Kisah Gadis Asal Papua Dijodhkan dengan Orang Kaya tapi Kabur untuk Kejar Mimpi
Sabtu, 9 September 2023
Viral
TERCENGANG, Ekspresi Orang Papua Pertama Kali Melihat Pengamen di Pulau Jawa, Sampai Bingung
Rabu, 21 Juni 2023
Regional
Masyarakat Papua Duduki Pengadilan Jayapura, Desak Kejati Tahan Plt Bupati Mimika
Jumat, 3 Maret 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.