Minggu, 12 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Uni Emirat Arab Geram Perusahaan Energinya Rugi, Peringatkan Iran agar Jangan Blokade Selat Hormuz

Rabu, 25 Maret 2026 19:58 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Uni Emirat Arab (UEA) mengecam penggunaan Selat Hormuz sebagai senjata di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian dan Teknologi Maju UEA, Sultan Ahmed Al Jaber di Texas pada Senin (23/3/2026).

Jaber menegaskan tidak ada satu negara pun yang boleh memblokade Selat Hormuz.

Jika tindakan itu dilakukan, maka sama saja dengan perang ekonomi melawan semua negara.

Hal ini karena Selat Hormuz dilalui oleh sekitar 20 persen perdagangan minyak global.

"Mempersenjatai Selat Hormuz bukanlah tindakan agresi terhadap satu negara. Itu adalah terorisme ekonomi terhadap setiap negara, dan tidak ada negara yang boleh menyandera Hormuz," kata Jaber.

Jaber lantas menyinggung serangan rudal Iran yang menyasar wilayah Uni Emirat Arab.

Ia mengecam aksi tersebut sebagai hal yang tidak dapat dibenarkan, apa pun alasannya.

Uni Emirat Arab diketahui memiliki sejumlah perusahaan energi utama.

Jaber mengaku perang Iran melawan AS-Israel telah menimbulkan kerugian besar.

Sementara itu, Iran membantah menutup Selat Hormuz.

Pihaknya hanya mengecualikan kapal-kapal AS, Israel, dan sekutunya melintasi perairan tersebut.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Financial Times dengan judul

Baca: Iran Siap Beri Izin Kapal Jepang Lewati Selat Hormuz, Sinyal Pelonggaran di Tengah Konflik Regional

Baca: IRGC Putar Balik Kapal SELEN di Selat Hormuz, Iran Perketat Aturan di Tengah Ketegangan Kawasan

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved