Jumat, 29 Mei 2026

Terkini Nasional

HARU, Dedi Mulyadi Ziarah Makam Orangtua Bareng Nyi Hyang, Beri Pesan Mendalam

Selasa, 24 Maret 2026 18:23 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM - Masih dalam suasana hangat Idul Fitri 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan momen nyekar ke makam orang tuanya.

Nyekar adalah tradisi masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, berupa kegiatan berziarah ke makam keluarga atau leluhur yang sudah meninggal dunia.

Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang momen-momen penting, seperti memasuki bulan suci Ramadhan dan saat atau setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Setelah merayakan Idul Fitri 2026, Dedi Mulyadi berkesempatan ziarah ke makam orang tuanya tersebut di kampung halamannya di Subang, Jawa Barat.

Momen ini dibagikan Dedi Mulyadi dalam tayangan di kanal Youtube-nya, dikutip Selasa (24/3/2026).

Dedi Mulyadi datang ke makam orang tuanya bersama putri bungsunya, Nyi Hyang Sukma Ayu.

Momen ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana Dedi Mulyadi memberikan pendidikan karakter dan nilai moral kepada putri bungsunya tersebut.

Setibanya di area pemakaman, Dedi memberikan tantangan edukatif kepada Nyi Hyang untuk mencari sendiri makam sang nenek.

Setelah sempat memeriksa beberapa nisan, Nyi Hyang akhirnya menemukan makam sang kakek dan nenek.

Lalu, Dedi Mulyadi pun mengajak putrinya itu membaca doa bersama di pusara orang tuanya tersebut.

Diketahui almarhum ayah Gubernur Jawa Barat itu bernama Sahlil Ahmad Suryana.

Sedangkan almarhumah sang ibu bernama Karsiti, yang biasa dipanggil "Mi" oleh keluarga.

Selesai mendoakan di hadapan pusara, Dedi Mulyadi bersama Nyi Hyang menebarkan bunga ke makam orang tuanya.

Suasana berubah menjadi haru ketika Dedi Mulyadi memberikan pesan mendalam kepada Nyi Hyang Sukma Ayu tentang makna bersyukur.

Baca: Momen Haru Ayah dan Ibu Vidi Aldiano Ziarah ke Makam Sang Anak saat Hari Raya Lebaran Idul Fitri

Ia menekankan segala kenyamanan, fasilitas, hingga kesempatan Nyi Hyang belajar menari dan tampil di berbagai tempat saat ini adalah buah pengorbanan sang kakek dan nenek dulu.

"Nyi Hyang harus bersyukur, kirim Fatihah buat Mi dan Bapak Mi. Karena mereka yang menjadi jalan Ayah hidup seperti sekarang, sehingga Nyi Hyang bisa menikmati fasilitas seperti hari ini," ujar Dedi Mulyadi.

Tampak Nyi Hyang hanya diam mendengarkan nasihat dari sang ayahnya tersebut.

Sebagai bentuk kasih sayang, Nyi Hyang memilih bunga berwarna kuning untuk diletakkan dengan hati-hati di atas makam sang nenek.

Setelah memanjatkan doa, Dedi Mulyadi juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan uang (THR) kepada warga dan anak-anak yang berada di sekitar lokasi pemakaman.

Kegiatan ziarah tersebut ditutup dengan momen refleksi diri bagi Nyi Hyang Sukma Ayu.

Pada kesempatan lain, Nyi Hyang menyampaikan permohonan maaf kepada sang Ayah (nyuhunkeun dihapunten) atas segala perilaku manjanya, termasuk kebiasaan sering marah-marah, sulit dibangunkan tidur, hingga sulit diajak mandi.

Momen ini memperlihatkan kedekatan emosional yang kuat antara Dedi Mulyadi dan putri bungsunya itu dalam memaknai hari kemenangan.

Baca: Petilasan Prabu Siliwangi di Majalengka Jadi tujuan Ziarah dan Wisata Alam, Ramai Malam Jumat Kliwon

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Ajak Putri Bungsu Ziarah ke Makam Orang Tua, Ajarkan Makna Bersyukur

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Jabar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved