Jumat, 24 April 2026

Mancanegara

Kemarahan Iran! Iran Kembali Gempur Tel Aviv seusai Haifa, bakal Perluas Serangan ke Negara Arab

Selasa, 24 Maret 2026 18:21 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan perang di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal ke wilayah Israel, di saat yang sama Teheran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait adanya pembicaraan untuk mengakhiri konflik.

Serangan terbaru tersebut menargetkan sejumlah wilayah strategis di Israel dan memicu sirene peringatan di berbagai kota. Seperti diberitakan oleh Outlook India, gelombang rudal ini merupakan bagian dari eskalasi lanjutan perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Dalam gelombang serangan terbaru pada 24 Maret 2026, kota Tel Aviv menjadi salah satu target utama.

Media internasional seperti The Times of Israel melaporkan sedikitnya empat titik di Tel Aviv terdampak ledakan rudal. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan permukiman dan kendaraan di beberapa lokasi.

Sedikitnya enam orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan tersebut. Sejumlah ledakan terjadi di area pusat kota yang memicu kepanikan warga dan gangguan aktivitas.

Laporan lain menyebut rudal yang digunakan membawa muatan bahan peledak besar sehingga menimbulkan kerusakan struktural di area terdampak, meski sebagian besar berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel.

Selain Tel Aviv, wilayah selatan Israel juga dilaporkan menjadi sasaran serangan, meski belum ada laporan korban jiwa dalam gelombang terbaru tersebut.

Baca: IRGC Peringatkan Israel-AS: Medan Perang akan Berubah Menjadi Neraka, Pasukan Basij akan Diterjunkan

Serangan 24 Maret ini bukan yang pertama dalam beberapa hari terakhir.

Dalam eskalasi sebelumnya, Iran dilaporkan menargetkan wilayah selatan Israel seperti Arad dan Dimona—yang berada dekat fasilitas nuklir—hingga menyebabkan ratusan korban luka serta kerusakan bangunan.

Kota pelabuhan Haifa juga sempat menjadi sasaran, dengan laporan kerusakan pada fasilitas energi dan kilang minyak akibat serangan rudal.

Rangkaian serangan ini menunjukkan pola Iran yang secara konsisten menargetkan pusat ekonomi seperti Tel Aviv, infrastruktur energi, kawasan dekat fasilitas militer dan nuklir.

Baca: Netanyahu Tegaskan Serangan Israel ke Iran & Lebanon Tidak Berhenti, Meski Trump Bicara Kesepakatan

Bantah Klaim Trump soal Negosiasi

Di tengah eskalasi tersebut, Iran secara tegas membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut adanya komunikasi untuk mengakhiri perang.

Seperti diberitakan oleh ITV News, pejabat Iran menegaskan tidak ada negosiasi dengan Washington dan menyebut klaim tersebut tidak berdasar.

Penolakan ini mempertegas posisi Teheran yang memilih melanjutkan perlawanan militer dibanding membuka jalur diplomasi di tengah tekanan Barat.

Tidak hanya Israel, Iran juga dilaporkan menargetkan negara-negara Arab di kawasan Teluk yang dianggap mendukung Amerika Serikat.

Mengutip laporan ITV, serangan tersebut menyasar infrastruktur strategis, termasuk fasilitas energi, sebagai bagian dari upaya memperluas tekanan terhadap sekutu AS di kawasan.

Langkah ini menandai perluasan konflik yang berpotensi menyeret lebih banyak negara ke dalam perang terbuka.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Setelah Haifa, Target Tel Aviv dan Negara Teluk Dibuat Hancur Gelombang Rudal Iran Terkini

# iran # tel aviv # israel # amerika serikat # donald trump

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Iran   #Tel Aviv   #Israel   #Amerika Serikat   #Donald Trump

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved