Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Terkini

Balas Ultimatum Trump, Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz jika AS Serang Pembangkit Listrik

Senin, 23 Maret 2026 10:48 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, memberikan respons yang sangat keras terhadap ultimatum 48 jam yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Ancaman dari pihak Amerika Serikat tersebut secara spesifik menargetkan pembangkit listrik milik Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali akses Selat Hormuz secara penuh. Menanggapi hal tersebut, Zolfaghari menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan balasan segera pada Minggu (22/3/2026).

Dilansir dari Viory, Zolfaghari memperingatkan bahwa jika ancaman AS diimplementasikan, maka Selat Hormuz akan ditutup secara total. Ia mengancam tidak akan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut sampai seluruh pembangkit listrik Iran yang hancur dibangun kembali seperti semula.

Baca: Israel Hancurkan Jembatan Al-Qasmiyeh di Sungai Litani, Akses Vital Lebanon Selatan Terputus

"Jika ancaman Amerika terkait pembangkit listrik Iran diimplementasikan, tindakan balasan akan segera diambil. Pertama, Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya, dan tidak akan dibuka kembali sampai pembangkit listrik kami yang hancur dibangun kembali," tegas Zolfaghari dalam keterangannya.

Zolfaghari menambahkan bahwa Teheran juga berencana memperluas jangkauan target serangan ke infrastruktur energi dan teknologi informasi milik Israel. Iran bahkan mengancam akan menghancurkan sepenuhnya beberapa perusahaan regional yang memiliki afiliasi atau pemegang saham dari pihak Amerika Serikat.

"Pembangkit listrik di negara-negara regional yang menjadi lokasi pangkalan Amerika akan menjadi target yang sah. Semuanya sudah siap untuk jihad besar-besaran dengan tujuan menghancurkan sepenuhnya semua kepentingan ekonomi Amerika di kawasan Timur Tengah," lanjutnya.

Meskipun demikian, Zolfaghari menekankan bahwa Iran bukanlah inisiator dari perang ini. Namun, jika musuh menimbulkan kerusakan pada fasilitas vital negara, mereka akan melakukan apa pun untuk membela kepentingan bangsa dan kedaulatan negara dari agresi asing mana pun.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Megan FebryWibowo
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved