Berita Terkini
Kontroversi Serangan Bahrain! AS Tuduh Iran, Ternyata Rudal Patriot Lukai 32 Warga
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Fakta baru mengenai dugaan operasi bendera palsu atau false flag yang terjadi di Bahrain akhirnya terungkap ke publik melalui laporan terbaru.
Sebanyak 32 warga Bahrain dilaporkan terluka akibat serangan yang diluncurkan ke wilayah Mahazza, Pulau Sitra, pada Senin (9/3/2026) lalu. Meskipun awalnya otoritas Bahrain sempat menuduh Iran sebagai dalang penyerangan tersebut, kini terbukti bahwa serangan dilakukan oleh rudal Patriot milik Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan yang beredar, pihak Amerika Serikat diduga menembakkan rudal tersebut dari pangkalan militer mereka yang berada di wilayah Bahrain. Ironisnya, serangan tersebut mengakibatkan puluhan warga sipil terluka parah, termasuk kategori anak-anak dan orang tua jompo.
Baca: Iran Rilis Video Penembakan Jet F-15 Milik AS, Sebut Targetkan Pesawat Musuh
Insiden pada 9 Maret itu juga dilaporkan menghancurkan sejumlah rumah-rumah warga di Bahrain secara masif. Pada saat kejadian, pihak Amerika Serikat bersama otoritas pemerintah Bahrain dengan cepat menuding Iran sebagai dalang utama di balik serangan berdarah tersebut.
Di sisi lain, pihak Iran sejak awal telah membantah keras melakukan serangan dengan penargetan warga sipil. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) hanya mengakui pernah menembakkan rudal ke wilayah Bahrain dengan target spesifik pangkalan militer AS, bukan pemukiman penduduk.
Iran bahkan sempat menyebut adanya indikasi operasi bendera palsu yang sengaja dirancang oleh pihak-pihak tertentu untuk menyalahkan Teheran di mata internasional. Kini, Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi temuan tersebut dengan menyatakan bahwa kebenaran yang sempat disembunyikan musuh kini telah terungkap.
Pihak Teheran meyakini bahwa berbagai operasi bendera palsu serupa juga dilakukan di wilayah negara-negara Arab lainnya dengan tujuan geopolitik untuk menyudutkan posisi Iran. Hingga kini, publik menanti klarifikasi resmi dari pangkalan militer AS terkait penggunaan rudal Patriot dalam insiden tersebut.
(Tribun-Video.com/Palestine Chronicle)
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Sumber Lain
Berita Terkini
Kapal Serbu Amfibi LHA-7 AS Terpaksa Mundur ke Samudra Hindia usai Dihantam Rudal Iran
7 hari lalu
Berita Terkini
Universitas Teknologi Sharif Jadi Sasaran Rudal AS-Israel, Masa Depan AI Iran Terancam
7 hari lalu
Berita Terkini
Nasib Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz, Dubes Iran: Perlu Komunikasi Intensif
7 hari lalu
Berita Terkini
Jenderal Iran Sebut Ancaman Donald Trump Tidak Rasional dan Tindakan yang Bodoh
Senin, 6 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.