Rabu, 15 April 2026

Berita Terkini

Kontroversi Serangan Bahrain! AS Tuduh Iran, Ternyata Rudal Patriot Lukai 32 Warga

Senin, 23 Maret 2026 09:24 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Fakta baru mengenai dugaan operasi bendera palsu atau false flag yang terjadi di Bahrain akhirnya terungkap ke publik melalui laporan terbaru.

Sebanyak 32 warga Bahrain dilaporkan terluka akibat serangan yang diluncurkan ke wilayah Mahazza, Pulau Sitra, pada Senin (9/3/2026) lalu. Meskipun awalnya otoritas Bahrain sempat menuduh Iran sebagai dalang penyerangan tersebut, kini terbukti bahwa serangan dilakukan oleh rudal Patriot milik Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan yang beredar, pihak Amerika Serikat diduga menembakkan rudal tersebut dari pangkalan militer mereka yang berada di wilayah Bahrain. Ironisnya, serangan tersebut mengakibatkan puluhan warga sipil terluka parah, termasuk kategori anak-anak dan orang tua jompo.

Baca: Iran Rilis Video Penembakan Jet F-15 Milik AS, Sebut Targetkan Pesawat Musuh

Insiden pada 9 Maret itu juga dilaporkan menghancurkan sejumlah rumah-rumah warga di Bahrain secara masif. Pada saat kejadian, pihak Amerika Serikat bersama otoritas pemerintah Bahrain dengan cepat menuding Iran sebagai dalang utama di balik serangan berdarah tersebut.

Di sisi lain, pihak Iran sejak awal telah membantah keras melakukan serangan dengan penargetan warga sipil. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) hanya mengakui pernah menembakkan rudal ke wilayah Bahrain dengan target spesifik pangkalan militer AS, bukan pemukiman penduduk.

Iran bahkan sempat menyebut adanya indikasi operasi bendera palsu yang sengaja dirancang oleh pihak-pihak tertentu untuk menyalahkan Teheran di mata internasional. Kini, Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi temuan tersebut dengan menyatakan bahwa kebenaran yang sempat disembunyikan musuh kini telah terungkap.

Pihak Teheran meyakini bahwa berbagai operasi bendera palsu serupa juga dilakukan di wilayah negara-negara Arab lainnya dengan tujuan geopolitik untuk menyudutkan posisi Iran. Hingga kini, publik menanti klarifikasi resmi dari pangkalan militer AS terkait penggunaan rudal Patriot dalam insiden tersebut.

(Tribun-Video.com/Palestine Chronicle)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved