Selasa, 12 Mei 2026

Berita Terkini

Bukan Iran! Rudal Patriot AS Ternyata Jadi Dalang Serangan Mahazza di Pulau Sitra

Senin, 23 Maret 2026 09:20 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah fakta mengejutkan terungkap mengenai dugaan operasi bendera palsu atau false flag yang terjadi di wilayah Bahrain baru-baru ini.

Sebanyak 32 warga Bahrain dilaporkan terluka akibat serangan yang diluncurkan ke kawasan Mahazza, Pulau Sitra, pada Senin (9/3/2026) lalu. Meskipun awalnya pemerintah Bahrain menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut, kini ditemukan bukti bahwa serangan dilakukan oleh rudal Patriot milik Amerika Serikat.

Baca: Detik-detik Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Cipayung, Pelaku WNA asal Irak Eks Suami Siri

Berdasarkan laporan terbaru, Amerika Serikat diduga menembakkan rudal tersebut dari pangkalan militer yang berada di wilayah Bahrain. Serangan pada 9 Maret itu mengakibatkan puluhan warga sipil terluka parah, termasuk anak-anak dan orang tua, serta menghancurkan sejumlah rumah warga setempat.

Kala itu, pihak AS dan otoritas pemerintah Bahrain secara masif menuding Iran sebagai pelaku utama. Namun, Iran sejak awal telah membantah keras melakukan penargetan terhadap warga sipil dan menyebut adanya upaya sistematis untuk menyudutkan posisi Teheran di kawasan Arab.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa mereka memang pernah menembakkan rudal ke wilayah Bahrain, namun targetnya adalah pangkalan militer AS, bukan pemukiman warga. Iran bahkan telah memperingatkan adanya operasi bendera palsu yang sengaja dirancang oleh pihak tertentu untuk merusak reputasi mereka.

Kementerian Luar Negeri Iran kini secara resmi menanggapi temuan tersebut dengan menyatakan bahwa apa yang selama ini disembunyikan oleh musuh kini telah terungkap ke publik. Pihak Teheran meyakini pola operasi serupa juga terjadi di berbagai wilayah negara Arab lainnya demi kepentingan geopolitik tertentu.

Temuan ini pun memicu reaksi keras dari berbagai pihak yang menuntut transparansi lebih lanjut mengenai aktivitas militer asing di wilayah Bahrain. Hingga saat ini, pihak otoritas pangkalan militer AS di Bahrain belum memberikan klarifikasi resmi mengenai penggunaan rudal Patriot dalam insiden berdarah tersebut.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Megan FebryWibowo
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved