Oleh-oleh Mudik dari Bumi Sriwijaya: Pempek Mama Musi dan Jejak Rasa dari Cuko Pedas Gurih
TRIBUN-VIDEO - Palembang tak pernah benar-benar melepas kepergian tamunya tanpa jejak rasa yang tertinggal.
Aroma cuko yang tajam dan menggigit seolah menjadi penanda, bahwa ada sesuatu yang selalu ingin dibawa pulang.
Menjelang puncak mudik Lebaran 2026, keriuhan di kedai oleh-oleh mulai memuncak, seiring deru mesin kendaraan yang kian padat memadati gerbang kota.
Di sudut Plaju, di Kedai Pempek Mama Musi, sepotong tradisi sedang dikemas rapi untuk menempuh ribuan kilometer menuju perjalanan panjang menuju berbagai kota.
Bagi para pemudik, membawa pulang pempek bukan sekadar urusan buah tangan. Ia adalah cara menghadirkan kembali sepotong ingatan tentang Bumi Sriwijaya di meja makan keluarga.
Di kedai ini, kerinduan itu dirawat melalui presisi racikan yang telah bertahan melintasi zaman.
Di balik etalase, Ayu, salah satu pelayan di cabang Plaju, tampak cekatan melayani pesanan yang terus mengalir pada Senin (16/3/2026).
Ia menyebut, rahasia di balik tekstur pempek yang tetap lembut meski menempuh perjalanan jauh terletak pada teknik mix atau perpaduan bahan baku yang tidak berkompromi.
"Kami memadukan ikan tenggiri dan ikan gabus. Tenggiri memberikan aroma laut yang kuat, sementara gabus menjaga teksturnya tetap lembut dan kenyal," ujar Ayu.
Namun, pempek belumlah utuh tanpa cuko (cuka).
Di Pempek Mama Musi, cuko diracik dengan keseimbangan rasa yang berani—pedas yang terasa, gurih yang meresap. Dari sanalah jejak rasa membuat lidah para perantau selalu ingin kembali.
Menyadari dinamika Jalur Lintas Timur yang tak terprediksi, inovasi pengemasan menjadi penyelamat bagi pemudik.
Varian pempek frozen atau beku kini menjadi primadona karena daya tahannya yang tangguh.
Ayu menjelaskan bahwa pempek beku ini didesain untuk perjalanan panjang.
"Pempek frozen bisa tahan sampai 30 hari kalau disimpan di dalam freezer. Jadi, aman sekali buat pemudik yang menempuh perjalanan jauh," katanya.
Cara penyajiannya pun tidak rumit—sebuah kemewahan bagi pemudik yang lelah di perjalanan.
Cukup didiamkan di suhu ruang sejenak hingga es mencair, lalu digoreng.
Hasilnya, tekstur lembut yang maksimal akan kembali menyapa indra perasa.
Di antara berbagai jenis, varian pempek kulit yang krispi dan pempek kapal selam dengan isian telur yang melimpah tetap menempati urutan teratas daftar favorit pelanggan.
Pada akhirnya, seplastik pempek yang dijinjing dari Bumi Sriwijaya ini menjadi lebih dari sekadar urusan perut.
Ia adalah "paspor" untuk merayakan kemenangan dan menyambung silaturahmi.
Di tengah riuh mudik, Pempek Mama Musi memastikan satu hal: sejauh apa pun perjalanan, selalu ada rasa yang menemukan jalan pulang.
Saksikan LIPUTAN KHUSUS selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Dorong Ekspor dan Distribusi, PTP Nonpetikemas Kenalkan Aktivitas di Pelabuhan Boom Baru
Kamis, 16 April 2026
Live Tribunnews Update
Kronologi Pria di Palembang Diusir & Nyaris Dibunuh Tetangga yang Sudah Numpang Dirumahnya 2 Tahun
Sabtu, 11 April 2026
LIVE UPDATE
Niat Hati Bayar Pajak, Motor Apriyanti Malah Hilang, UPTB Samsat IV Palembang Janji Cari Solusi
Jumat, 10 April 2026
Terkini Daerah
Parkir di Samsat Palembang, Ibu-ibu Panik Motor Hilang saat Bayar Pajak, Karcis Parkir Masih Dibawa
Rabu, 8 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.