Ngabuburit Asyik
Kampoeng Kuliner Ramadhan Season 2, Surga Takjil di Teras Udayana Mataram
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Suasana Ramadhan di Kota Mataram kembali diramaikan dengan hadirnya Kampoeng Kuliner Ramadhan Season 2.
Setelah sukses pada penyelenggaraan sebelumnya, ajang kuliner tahunan ini kembali digelar di Teras Udayana dengan konsep yang lebih tertata dan modern.
Event yang digagas oleh Fajar Space ini menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang siap menyajikan beragam pilihan hidangan berbuka puasa bagi masyarakat.
Sejak sore hari, kawasan Teras Udayana diproyeksikan menjadi ruang berkumpul bagi warga yang ingin menikmati suasana Ramadhan sambil berburu kuliner.
CEO Fajar Space, Hendri Andriawan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menghadirkan sejumlah perubahan signifikan, terutama dari segi tata letak area dan sistem transaksi.
Jika pada tahun sebelumnya tenant UMKM ditempatkan di sisi kiri dan kanan area, pada musim kedua ini seluruh tenant dikumpulkan di area utara.
Sementara itu, area selatan difungsikan sebagai lokasi parkir kendaraan roda dua sekaligus ruang untuk menampilkan sponsor.
Menurut Hendri, perubahan tata letak tersebut bertujuan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pengunjung serta mempermudah akses selama kegiatan berlangsung.
Salah satu inovasi yang juga dihadirkan pada Kampoeng Kuliner Ramadhan Season 2 adalah sistem pembayaran yang sepenuhnya menggunakan transaksi non-tunai.
Jika sebelumnya pengunjung menggunakan kupon berupa uang mainan, tahun ini seluruh transaksi dilakukan melalui sistem pembayaran digital berbasis QRIS yang didukung oleh Netzme.
Sebanyak 40 tenant yang terlibat dalam kegiatan ini akan menggunakan perangkat transaksi berupa soundbox QRIS.
Sistem tersebut diharapkan mampu membuat proses transaksi menjadi lebih praktis, cepat, dan aman bagi pengunjung maupun pedagang.
Antusiasme pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan ini terbilang sangat tinggi.
Hendri menyebutkan bahwa terdapat sekitar 120 pelaku usaha yang mendaftarkan diri.
Namun, setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat, hanya 40 UMKM yang terpilih untuk berpartisipasi selama sepuluh hari penyelenggaraan.
Beberapa kuliner populer kembali meramaikan event ini, di antaranya Bakso Pak Majid, Ayam Taliwang Haji Murad, Mirasa, serta Buno Dimsum.
Selain itu, salah satu kuliner legendaris khas Lombok, Nasi Puyung Inaq Esun, juga dipastikan ikut hadir menyapa para pengunjung.
Dengan kehadiran berbagai tenant kuliner tersebut, penyelenggara optimistis Kampoeng Kuliner Ramadhan kembali menjadi magnet bagi masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, beberapa pedagang bahkan mampu meraih omzet hingga sekitar Rp5 juta per hari.
Namun, Kampoeng Kuliner Ramadhan tidak hanya menghadirkan ragam hidangan berbuka puasa.
Penyelenggara juga berupaya menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung melalui suasana yang bernuansa pedesaan di tengah kota.
Dekorasi yang ikonik serta penataan area yang nyaman diharapkan mampu menciptakan atmosfer Ramadhan yang hangat.
Panitia juga menyediakan area tempat duduk yang cukup luas bagi pengunjung yang ingin langsung menikmati hidangan berbuka puasa di lokasi.
Dengan berbagai persiapan dan konsep yang semakin matang, Kampoeng Kuliner Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berburu kuliner, tetapi juga berkembang sebagai ikon wisata kuliner tahunan yang mampu menarik minat masyarakat di Nusa Tenggara Barat.(*)
Program: Ngabuburit Asyik
Editor: Faiz Fadhilah
#ngabuburit #kampoengramadhan #kuliner #ramadhan2026 #mataram #nusatenggarabarat
Video Production: Faiz Fadhilah
Sumber: Tribun Lombok
LIVE UPDATE
Jelang Lebaran Topat di Mataram, Objek Wisata Religi Makam Loang Baloq Ramai Dikunjungi Peziarah
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Candi Asu di Magelang, Peninggalan Mataram Kuno Abad ke 9, bagian dari Kompleks Candi Sengi
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Serangan Kedua 1629 dengan 14 Ribu Prajurit Gagal karena Lumbung Padi Mataram di Tegal Dihancurkan
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Serangan Pertama Mataram 1628 Dipimpin Tumenggung Bahureksa 10 Ribu Prajurit Gagal Dihantam Meriam V
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.