Jumat, 10 April 2026

Ngabuburit Asyik

Ngabuburit di Kambang Iwak Palembang, Senja Danau dan Takjil Jadi Magnet Warga

Kamis, 19 Maret 2026 15:53 WIB
Sriwijaya Post

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sore perlahan turun di kawasan Talang Semut, Kota Palembang.

Langit memantulkan cahaya keemasan di atas permukaan danau, sementara langkah-langkah warga mulai memadati jalur pedestrian.

Di jantung kota ini, Taman Kambang Iwak Besak kembali menjadi ruang temu yang hidup, terutama saat Ramadhan tiba.

Taman yang mengelilingi danau besar ini dikenal sebagai salah satu ruang terbuka hijau paling ikonik di Palembang.

Pepohonan rindang menaungi lintasan jogging dan bangku-bangku taman, menciptakan udara yang lebih sejuk dibandingkan hiruk-pikuk jalan raya di sekitarnya.

Di permukaan air, angsa berenang santai, sementara sesekali air mancur menyembur, menambah kesan estetik yang menenangkan.

Menjelang magrib, suasana berubah semakin semarak.

Warga datang dengan berbagai tujuan: berjalan santai, berolahraga ringan, berbincang bersama keluarga, atau sekadar menikmati senja yang memantul indah di permukaan danau.

Tak sedikit pula yang menjadikan tempat ini sebagai lokasi favorit untuk berburu takjil.

Ayu dan Imelda, dua pengunjung yang ditemui di tepian danau, mengaku hampir setiap Ramadhan menyempatkan diri datang ke Kambang Iwak.

Menurut mereka, suasana di sini terasa berbeda.

“Pemandangannya bagus dan seru. Ramai, tapi tetap nyaman,” ujar Ayu pada Rabu (18/2/2026).

Bagi mereka, ngabuburit di Kambang Iwak bukan sekadar menunggu azan Magrib.

Ada pengalaman yang tak tergantikan, melihat orang-orang dari berbagai kalangan berkumpul, menyaksikan anak-anak berlarian, hingga menikmati suasana danau yang memantulkan cahaya senja.

Tak jauh dari jalur pejalan kaki, deretan pedagang takjil mulai membuka lapak sejak sekitar pukul 15.30 WIB.

Aroma pempek, kue basah, kolak, dan gorengan berpadu dengan wangi minuman segar yang menggoda.

Di antara jajanan tradisional itu, terselip pula aneka makanan kekinian, kopi susu, dessert modern, hingga street food yang digemari anak muda.

Harga yang ditawarkan relatif ramah di kantong, membuat siapa saja mulai dari pelajar hingga keluarga dapat menikmati suasana sore tanpa khawatir berlebih.

Puncak keramaian biasanya terjadi antara pukul 17.00 hingga menjelang Magrib.

Selepas azan berkumandang, sebagian pengunjung bergegas pulang untuk berbuka, sementara beberapa pedagang masih melayani pembeli hingga malam tiba.

Tak jauh dari taman, berdiri megah Masjid Raya Taqwa Palembang.

Kubah besarnya menjulang, menjadi penanda religius yang tak terpisahkan dari kawasan ini.

Saat malam tiba, pencahayaan masjid menghadirkan suasana yang khidmat dan menenangkan.

Banyak warga melanjutkan langkah ke sana untuk menunaikan salat berjemaah atau sekadar berdiam diri sejenak, meresapi suasana Ramadhan di tengah kota.

Di Kambang Iwak, ngabuburit bukan hanya tentang menunggu waktu berbuka.

Ia menjadi perayaan kecil setiap sore, tentang kebersamaan, tentang ruang publik yang hidup, dan tentang bagaimana senja di tepian danau mampu menghadirkan rasa hangat bagi siapa saja yang datang.

Ketika azan akhirnya berkumandang, danau yang semula riuh perlahan tenang.

Namun jejak tawa, langkah kaki, dan aroma takjil yang sempat memenuhi udara menjadi kenangan sederhana, bahwa di sudut Kota Palembang, Ramadhan selalu memiliki cerita.(*)

Program: Ngabuburit Asyik
Editor: Akmal Khoirul Habib

#ngabuburit #ramadhan2026 #danau #palembang

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Akmal KhoirulHabib
Sumber: Sriwijaya Post

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved