Senin, 13 April 2026

Nasional

Sebelum Sidang Isbat 1 BMKG dan BRIN Prediksi soal Posisi Hilal pada 19 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 13:56 WIB
Banjarmasin Post

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kemungkinan Idul Fitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 mencuat lewat BRIN dan BMKG. Hal ini bakal beda dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.

Pemerintah memang belum menetapkan secara resmi tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah untuk Idul Fitri 2026.

Namun, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyebutkan bahwa posisi hilal pada akhir Ramadhan menurut perhitungan hisab belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Artinya, Ramadhan 1447 H kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal diprediksi jatuh pada 21 Maret 2026.

Standar MABIMS sendiri mensyaratkan minimal ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Sidang isbat penetapan Idul Fitri 2026 akan digelar oleh Kemenag pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk memastikan tanggal resmi Lebaran.

Baca: Potret Jemaah Naqsabandiyah Rayakan Lebaran Lebih Awal, Gelar Salat Idul Fitri di Surau Baru Padang

Prediksi BMKG

Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto memprediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

Berdasarkan hisab dan perhitungan astronomi, ketinggian hilal pada 29 Ramadhan 1447 H (19 Maret 2026) berada antara 0 derajat 54 menit 27 detik di Merauke, Papua hingga 3 derajat 07 menit 52 detik di Sabang, Aceh.

Sementara itu, elongasinya berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 06 menit 10 detik.

“Karena ketinggian hilal pada 19 Maret belum memenuhi kriteria minimal MABIMS, bulan Ramadhan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari. Jadi, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026,” ucap Himawan dilansir dari Kontan, Sabtu (14/3/2026).

Baca: BREAKINGNEWS: Sidang Isbat Kemenag Penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H dan Pantauan Hilal

Prediksi BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penghitungan astronomi juga memprediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin menilai, ketinggian Bulan pada Matahari terbenam 19 Maret 2026 diperkirakan belum memenuhi syarat minimal MABIMS, sehingga hilal kemungkinan belum dapat diamati.

Dengan kata lain, bulan Ramadhan 1447 H kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari dan kemudian berganti bulan Syawal.

Penetapan Muhammadiyah
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 mengenai penetapan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijah.

Melalui maklumat tersebut, Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026.

Dengan begitu, hari raya Idul Adha 2026 (10 Zuhijah 1447 H) bertepatan dengan tanggal 27 Mei 2026.

Penetapan ini mengacu pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal yang merupakan hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan pada tahun 2024.

Dengan demikian, masyarakat di Indonesia akan memiliki perbedaan tanggal Lebaran antara pemerintah/BMKG/BRIN dan Muhammadiyah, tergantung keputusan sidang isbat resmi Kemenag.

(*)

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul BRIN dan BMKG Jelaskan Penyebab Idul Fitri 1447 H Kans pada 21 Maret 2026, Beda Lebaran Muhammadiyah

# Prediksi # Hilal # Posisi Hilal # BMKG # BRIN # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Banjarmasin Post

Tags
   #Prediksi   #Hilal   #BRIN   #BMKG

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved