Berbuka di Sungai Musi: Riwayat Pindang yang Menolak Punah di Balik Pijar Ampera
TRIBUN-VIDEO - Kala azan Maghrib mulai bersahutan dari kejauhan Masjid Agung, riak Sungai Musi di bawah Pelataran Dermaga, Jalan Pasar 16 Ilir, seolah ikut tenang.
Di Kedai Sungi Makmur atau akrab disebut KESUMA, ritual berbuka puasa bukan sekadar membatalkan dahaga, melainkan sebuah perayaan visual.
Di sini, kepulan uap Pindang Tulang yang pedas-asam bertemu dengan dinginnya segelas matcha, tepat saat lampu-lampu Jembatan Ampera mulai menyala keemasan.
Kedai yang berdiri sejak tahun 2024 ini menjadi oase baru di jantung Palembang.
Bukan sekadar tempat makan, KESUMA menawarkan sensasi kulineran tepat di atas aliran sungai legendaris yang telah menghidupi peradaban Sriwijaya selama berabad-abad.
Tak heran, di jagat digital, tempat ini meraih predikat sempurna dengan rating 5.0 dari ratusan ulasan pengunjung yang terpikat oleh atmosfernya.
Perpaduan Tradisi dan Tren
Di balik konsepnya yang kekinian, KESUMA menyimpan sebuah misi idealis, yakni menjaga marwah kuliner lokal agar tidak lekang oleh zaman.
Menu andalan seperti Pindang Tulang dan Pindang Baung tetap menjadi primadona, namun disajikan berdampingan dengan minuman populer mulai dari espresso, cappuccino, hingga matcha.
Outlet Manager KESUMA, Ahmad Rajasyah (38), mengungkapkan bahwa perpaduan ini adalah cara mereka melakukan "diplomasi" rasa.
Target utamanya adalah wisatawan luar kota dan generasi muda agar mereka tetap bangga menyantap hidangan autentik Palembang dalam kemasan yang lebih modern.
"Tujuannya memang untuk melestarikan menu-lokal agar jangan tergerus oleh menu luar."
"Kami sengaja membuka kedai ini di atas Sungai Musi sebagai objek wisata. Menu lokal digabungkan dengan menu kekinian supaya tetap terjaga dan tidak kalah saing," ujar Raja, saat ditemui Tribunnews di lokasi, Senin (16/3/2026).
Selama bulan Ramadan, kedai terapung ini bertransformasi menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin menikmati momen matahari terbenam (sunset) di tepi sungai.
Angin sepoi-sepoi Musi yang membawa kesegaran menjadi pelengkap bagi para pengunjung yang telah melakukan reservasi jauh-jauh hari.
Raja menyebutkan, selama momen puasa, antusiasme pengunjung melonjak tajam.
Kapasitas kedai seringkali penuh oleh ratusan orang yang datang silih berganti dari pagi hingga malam hari demi merasakan sensasi makan pindang di bawah pijar lampu Jembatan Ampera.
Meski menawarkan pemandangan "kelas satu", harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong, berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Harga yang tergolong inklusif bagi siapa saja yang ingin mencicipi sisi lain wajah Palembang di malam hari.
Bagi para pemudik yang tengah melintasi Jalur Lintas Timur dan singgah di Bumi Sriwijaya, KESUMA yang beroperasi hingga pukul 00.00 WIB ini menawarkan lebih dari sekadar hidangan.
Ia menawarkan sebuah ingatan tentang bagaimana tradisi tetap bisa berpijar dengan indah di tepian dermaga tua, selama ia dirawat dengan kreativitas dan rasa cinta. (TIM LIPUTAN MUDIK)
8aksikan LAPORAN LIPUTAN selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!
Sumber: Tribunnews.com
Musik
Trending di YouTube! Lirik Lagu Meong Baang Pindang - Tri Puspa: Be Pasti Sing Nolak Diolas Ingetang
Jumat, 21 November 2025
Viral di Medsos
Ogah Bayar Tol! Viral Pengendara Mobil Sedan Pepet Pikap Terobos Gerbang Tol Ampera
Jumat, 21 November 2025
Nasional
AKSI Mobil Sedan Mewah Numpang Gratis saat Masuk Tol Ampera Jaksel, Kini Diburu Polisi
Jumat, 21 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.