Kamis, 9 April 2026

Bahlil Mudik Lebaran: Kembali ke Rakyat agar Tak Lupa Diri

Selasa, 17 Maret 2026 19:34 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Di halaman Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, deretan bus itu bersiap berangkat, pada Selasa (17/3/2026). 

Mesin menyala, para pemudik menata barang, sebagian melambaikan tangan.

Lebaran tinggal menghitung hari, dan jalan pulang kembali menjadi arah yang dituju banyak orang.

Selasa siang itu, 20 armada bus dilepas. Di antara kerumunan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berdiri, ikut mengantar mereka yang hendak pulang ke kampung halaman.

Namun, ia tahu, tak lama lagi ia pun akan melakukan perjalanan yang sama.

“Saya sebagai orang kampung, Hari Raya di Jakarta itu penting, tapi jauh lebih penting kalau saya pulang ke kampung,” kata Bahlil usai melepas keberangkatan puluhan armada bus mudik gratis di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (17/3/2026).

Kalimat itu sederhana, tetapi menyimpan sesuatu yang lebih dalam—tentang asal-usul, tentang perjalanan, dan tentang ingatan yang tak boleh putus.

Di balik posisi dan jabatan, ada jejak panjang seorang perantau—jalan yang ditempuh dengan usaha, kegagalan, dan ketekunan.

Cerita itu, katanya, bukan hanya miliknya. Banyak kader Golkar datang ke Jakarta dengan cerita serupa: meninggalkan kampung halaman, meniti hidup dari bawah, lalu menemukan tempat di ibu kota.

Karena itu, Lebaran dimaknai tidak sekadar kembali kepada fitrah, tetapi juga sebagai momentum untuk mengevaluasi diri dan menyapa kembali masyarakat di akar rumput.

“Kami ke sini itu lewat perjuangan. Jadi saat kembali ke fitrah, sekaligus mengevaluasi proses panjang,” ujarnya.

“Kita kembali ke rakyat supaya jangan lupa diri,” kata Bahlil.

Di luar sisi personal, ada lapisan lain yang ikut bergerak setiap musim mudik yakni ekonomi.

Jutaan orang yang pulang dari kota besar membawa lebih dari sekadar rindu. Mereka membawa uang, belanja, dan aktivitas yang menghidupkan daerah.

Perputaran ekonomi berpindah—dari pusat ke pinggiran, dari ibu kota ke kabupaten, dari kota ke desa.

“Nah duitnya tidak dibelanjakan di ibu kota negara, tapi di daerah. Dari situ muncul multiplier effect,” ujar Bahlil.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Bahlil Lahadalia   #mudik Lebaran   #Golkar   #mudik

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved