Terkini Daerah
Karyawan SPPG Ucap Penerima MBG sebagai "Rakyat Jelata Kurang Bersyukur", Kini Minta Maaf
TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah karyawan SPPG Purbalingga viral di media sosial dan menuai sorotan publik.
Dalam video tersebut, salah satu karyawan melontarkan pernyataan yang dinilai menyinggung perasaan masyarakat, khususnya penerima manfaat program MBG.
"Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur. Eh," katanya seperti dikutip dari Instagram Volkinfo pada Senin (16/3/2026).
Namun, video tersebut diduga merupakan hasil dari kecerdasan buatan (AI).
Ucapan itu pun langsung memicu reaksi keras dari warganet lantaran dianggap merendahkan.
Banyak pihak menyayangkan pernyataan tersebut.
Tak sedikit yang membanjiri komentar dengan respons yang negatif.
Baca: Putin Evakuasi Pemimpin Tertinggi Iran Usai Diserang AS, Mojtaba Khamenei Buka Suara, Beri Perintah
Awal masalah
Video AI yang tersebar di media sosial tersebut ternyata buntut dari sebuah status WhatsApp yang diunggah oleh karyawan SPPG bernama Dyah Fatmi Asih.
Ia awalnya mengunggah foto bersama sejumlah rekan kerjanya yang tengah melakukan peregangan.
Namun, yang menjadi perhatian adalah takarir atau caption yang ia sertakan dalam unggahan tersebut di status WhatsApp.
"Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur, ehhh," tulisnya dalam status WhatsApp.
Unggahan itu kemudian tersebar luas dalam bentuk tangkapan layar dan menjadi perbincangan di media sosial.
Kasus tersebut juga semakin ramai setelah muncul konten editan menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang turut memperluas penyebaran isu di ruang digital.
Diduga, salah satu konten editan AI itu yang diunggah oleh akun Volkinfo di atas.
Banyak warganet menilai pernyataan tersebut tidak pantas karena dianggap merendahkan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca: Dampak Ledakan Dahsyat di Masjid Jember yang Bersumber dari Depan Kamar Mandi, Plafon & Roster Jebol
Sampaikan permohonan maaf
Setelah video tersebut viral, muncul salah seorang karyawan SPPG yang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa ucapannya tak pantas dan merupakan kesalahan pribadi.
"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, saya secara pribadi dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat MBG, dan masyarakat luas atas pernyataan saya yang menyebut penerima manfaat sebagai rakyat jelata," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa video klarifikasi tersebut dibuat tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.
Ia juga menyadari bahwa ucapannya telah menyinggung perasaan banyak orang.
"Saya membuat video ini tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Saya menyadari bahwa ucapan tersebut tidak pantas, menyinggung perasaan dan merupakan kesalahan pribadi saya," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan institusi tempatnya bekerja maupun pihak pengelola program MBG.
Ia menyebut siap bertanggung jawab penuh atas perbuatannya.
Baca: Respons Istana soal Penyiraman Air Keras, Prihatin hingga Tegaskan Presiden Minta Usut Tuntas Kasus
"Saya ingin menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan murni kesalahan pribadi saya, dan tidak ada hubungannya dengan dapur MBG maupun pihak pengelola program MBG. Saya bertanggung jawab penuh atas ucapan saya tanpa melibatkan atau mewakili pihak manapun," tegasnya.
Di bagian akhir pernyataannya, ia mengaku akan menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran agar lebih berhati-hati dalam bertutur kata di masa mendatang.
Ia juga menyatakan kesiapannya menerima konsekuensi atas tindakannya.
"Kejadian ini menjadi pembelajaran besar bagi saya untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata, menjaga sikap, serta menghormati semua pihak tanpa terkecuali. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan berkomitmen untuk memperbaiki diri ke depannya. Saya juga siap menerima sanksi apapun," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Viral Karyawan SPPG Purbalingga Sebut "Rakyat Jelata Kurang ", Berujung Minta Maaf
#viraldimediasosial #ucapanrakyatjelata #sppgpurbalingga #karyawansppg #viral
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: TribunJakarta
TRIBUNNEWS UPDATE
Prabowo Curhat Pernah Dicegat Petani: Mereka Bilang 'Pak Jangan Hentikan MBG, Ini Sangat Membantu'
Minggu, 17 Mei 2026
Terkini Nasional
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolri Targetkan Bangun 1.500 SPPG Polri di Seluruh Indonesia Pada 2026
Minggu, 17 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Surat Bocah Kelas 5 SD ke Prabowo, Ucap Pesan Haru atas Program MBG dan Ingin Bertemu Langsung RI 1
Minggu, 17 Mei 2026
Terkini Nasional
Akui Setiap Hari Dapat Laporan Pejabat Nyeleweng, Prabowo: Geleng-geleng Kepala Sedih saya
Sabtu, 16 Mei 2026
Terkini Nasional
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah! Peringatkan Oknum Petinggi: Tak Becus Langsung Copot!
Sabtu, 16 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.