Ngabuburit Asyik
Kemegahan Arsitektur Kubah Surban Masjid Negara IKN Nusantara
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Di atas lahan seluas 3,2 hektare di jantung Ibu Kota Nusantara, berdiri megah Masjid Negara IKN Nusantara.
Bangunan seluas 61.596 meter persegi itu bukan sekadar tempat beribadah, melainkan narasi visual tentang bagaimana Indonesia menempatkan spiritualitas tepat di pusat denyut pemerintahan barunya.
Dari kejauhan, siluet masjid ini tampak berbeda dari kebanyakan masjid di Indonesia.
Tidak ada kubah setengah bola yang lazim ditemui.
Sebagai gantinya, bentangan atap berlipat-lipat melingkar membentuk komposisi menyerupai surban, simbol yang sarat makna religius sekaligus kultural.
Lipatan itu seolah bergerak, menciptakan kesan dinamis, selaras dengan semangat IKN sebagai kota masa depan.
Kapasitasnya pun mencerminkan visi besar tersebut.
Secara keseluruhan, masjid ini mampu menampung hingga 65.000 jemaah.
Ruang-ruang luas di dalamnya dirancang untuk menghadirkan pengalaman spiritual yang khusyuk sekaligus inklusif, terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Mengusung konsep smart forest city, kawasan masjid dikelilingi embung atau area retensi air.
Lanskap ini membuat bangunan tampak seperti terapung di atas permukaan air, menghadirkan suasana teduh dan reflektif.
Air, pepohonan, dan arsitektur berpadu dalam harmoni, mempertegas pesan bahwa pembangunan dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan.
Menara setinggi 99 meter menjulang anggun di sisi kompleks masjid.
Angka itu melambangkan Asmaul Husna, 99 nama baik Allah.
Tak hanya berfungsi sebagai tempat pengeras suara azan, menara tersebut juga dilengkapi gardu pandang yang memungkinkan pengunjung menyaksikan panorama IKN dari ketinggian.
Dari sana, bentang hutan dan lanskap kota baru terlihat menyatu dalam cakrawala.
Komitmen terhadap keberlanjutan tercermin dalam berbagai fitur ramah lingkungan.
Sistem ventilasi alami memanfaatkan embusan angin dari hutan sekitar, sehingga sirkulasi udara tetap terjaga tanpa bergantung penuh pada pendingin buatan.
Celah-celah geometris di atap memaksimalkan pencahayaan alami, menciptakan permainan cahaya yang berubah seiring perjalanan matahari.
Air bekas wudu pun tidak terbuang sia-sia; melalui sistem daur ulang, air tersebut dimanfaatkan kembali untuk menyiram taman di sekitar masjid.
Fasilitas pendukung turut melengkapi peran masjid sebagai pusat peradaban.
Tersedia ruang pertemuan, perpustakaan digital, hingga area komersial bagi pelaku UMKM yang terintegrasi dengan Plaza Edukasi Keagamaan.
Dengan demikian, masjid ini tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga ruang belajar, berdialog, dan bertumbuh bersama.
Memasuki ruang utama, pengunjung akan disambut interior kubah yang terinspirasi bentuk surban dan galaksi Bima Sakti.
Struktur vorteks yang berputar melambangkan gerakan tawaf tanpa henti, simbol keseimbangan antara habluminallah (hubungan manusia dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan manusia dengan sesama).
Ornamen kaligrafi menghiasi dinding, karya maestro kaligrafi Indonesia, Ustaz Dr H Didin Sirojuddin AR, M Ag.
Dalam gaya khas Tsulus Jali, terukir 99 Asmaul Husna serta ayat suci Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 284–286, mempertegas nuansa sakral yang menyelimuti ruang.
Dalam tata kelolanya, Masjid Negara IKN akan mengacu pada sistem pengelolaan Masjid Istiqlal.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Drs H Alimuddin, M Si, mengajak masyarakat luas untuk turut memakmurkan masjid ini.
Ia mengundang warga, baik dari Kalimantan Timur maupun daerah lain, untuk hadir, terlebih pada Bulan Ramadhan, mengisi waktu dengan kegiatan positif, dan meramaikan masjid sebagai ruang kebersamaan.
Masjid Negara IKN Nusantara pada akhirnya bukan hanya bangunan monumental di ibu kota baru.
Ia adalah simbol arah perjalanan bangsa, bahwa di tengah modernitas dan pembangunan, nilai-nilai spiritual tetap menjadi fondasi.
Di sanalah, di antara lipatan kubah dan pantulan cahaya di atas embung, Indonesia merajut masa depan dengan tetap berpijak pada iman dan kemanusiaan.
Program: Ngabuburit Asyik
Editor: Akmal Khoirul Habib
#ngabuburit #ngabuburitasyik #wisata #MasjidNegaraIKN #MasjidIKN #MasjidNegaraNusantara #IKNNusantara #IbuKotaNusantara #MasjidTerbesarIKN #MasjidIKNIndonesia #MasjidFuturistik #WisataReligiIKN #MasjidIndonesia
Video Production: Akmal KhoirulHabib
Sumber: Tribun Kaltim
LIVE UPDATE
Kolaborasi Komunitas di Tasikmalaya, Bersih Masjid Sekaligus Edukasi Safety di Ketinggian
Senin, 13 April 2026
Mancanegara
TANGIS HARU WARGA PALESTINA, Masjid Al Aqsa Dibuka Lagi usai Sebulan Lebih Ditutup Israel
Jumat, 10 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Masjid Al Aqsa Dibuka Lagi Usai Ditutup Israel, Ratusan Umat Muslim Padati Kompleks, Menangis Haru
Jumat, 10 April 2026
Local Experience
Masjid Rahmatullah Lampuuk Tetap Kokoh Saat Tsunami Aceh 2004 Menerjang dan Menghancurkan Sekitarnya
Kamis, 9 April 2026
Local Experience
Jejak Arsitek Belanda di Masjid Baiturrahman Ikon Aceh Bergaya Mughal yang Tetap Memikat Sampai Kini
Kamis, 9 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.