Mancanegara
Trump Rugi Parah! Perang Enam Hari Melawan Iran Telah Membakar Anggaran Amerika Ratusan Triliun
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya berdampak pada situasi keamanan kawasan Timur Tengah, tetapi juga memicu tekanan ekonomi yang besar bagi Washington.
Dalam enam hari pertama konflik, pemerintah Amerika Serikat diperkirakan telah mengeluarkan biaya perang mencapai 11,3 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp180 triliun (kurs Rp.16.991)
Adapun perkiraan biaya tersebut berasal dari analisis internal United States Department of Defense yang ditinjau oleh para anggota parlemen Amerika Serikat.
Data tersebut menunjukkan bahwa operasi militer dalam beberapa hari pertama konflik memerlukan pengeluaran besar, terutama untuk penggunaan persenjataan dan logistik militer.
Sumber yang mengetahui laporan tersebut menyebutkan bahwa dalam dua hari pertama saja, militer AS telah menghabiskan sekitar 5,6 miliar dolar AS untuk amunisi.
Biaya ini mencakup penggunaan rudal, bom presisi, sistem pertahanan udara, serta operasi militer lainnya yang dilakukan selama serangan terhadap target di Iran.
Baca: Senjata Baru Iran! Drone Kapal Selam Bom 2 Kapal Minyak di Irak, Kapal Milik AS jadi Sasaran
Perang Iran Jadi Pemicu
Konflik dipicu oleh operasi militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target strategis di Iran.
Serangan tersebut kemudian memicu respons balasan dari Teheran yang memperluas ketegangan di kawasan Teluk.
Selain beban biaya militer, konflik juga berdampak langsung pada pasar energi global. Situasi keamanan yang memburuk membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti.
Jalur laut ini merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia karena sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati kawasan tersebut setiap hari.
Gangguan terhadap jalur energi itu langsung memicu lonjakan harga energi di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat.
Bahkan harga rata-rata bensin di AS dilaporkan naik hingga sekitar 3,59 dolar per galon, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dunia.
Baca: Serangan Dahsyat Drone Bawah Laut Iran! 2 Kapal Minyak di Perairan Irak Dibom, Armada Terbakar Hebat
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump tetap menyampaikan optimisme bahwa situasi keamanan di kawasan Teluk akan segera membaik. Ia menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz akan kembali normal dalam waktu dekat.
Trump juga mengklaim bahwa operasi militer yang dilakukan telah memberikan tekanan besar terhadap Iran. Menurutnya, Teheran kini menghadapi konsekuensi berat akibat konflik tersebut.
Namun di sisi lain, Iran justru meningkatkan tekanan dengan peringatan keras terhadap pasar energi dunia.
Juru bicara komando militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, mengatakan harga minyak global bisa melonjak drastis apabila konflik terus meningkat.
Ia menegaskan bahwa stabilitas harga minyak dunia sangat bergantung pada keamanan kawasan Timur Tengah. Jika situasi keamanan terus terganggu, harga minyak dapat melonjak hingga mencapai 200 dolar AS per barel.
Konflik yang berlangsung kurang dari dua minggu itu juga telah menimbulkan korban jiwa yang besar. Laporan terbaru menunjukkan lebih dari seribu orang tewas di Iran serta ratusan korban lain di berbagai wilayah Timur Tengah yang terdampak konflik.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Trump Boncos! Baru 6 Hari Perang Iran, AS Sudah Bakar Duit Rp180 Triliun
# donald trump # iran # amerika serikat # timur tengah
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Momen Trump Disambut Meriah saat Tiba di China, Sempat Hentikan Langkah dan Kepalkan Tangan
6 hari lalu
Berita Terkini
Iran Beri Ultimatum Keras! Ancam Serang Kapal Perang Inggris dan Prancis di Selat Hormuz
6 hari lalu
Tribunnews Update
Iran Gelar Latihan Militer Skala Besar seusai Proposalnya Ditolak Trump, Fokus Operasi Helikopter
6 hari lalu
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Intelijen AS Sebut Iran Bangkit, Inggris Kirim Jet! Italia Siaga di Teluk
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.