Senin, 20 April 2026

Mancanegara

ALASAN RI GABUNG BoP OLEH CAK IMIN: Memaksimalkan Peran dalam Bantuan ke Palestina

Senin, 9 Maret 2026 13:05 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Menko Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjelaskan keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) hingga diplomasi global yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan peran RI dalam membantu Palestina.

"Peran kita itu apa? Ya kalau bantuan kepada Gaza itu banyak terpotong atau terhambat," kata Cak Imin di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Dia mengatakan pemerintah terus mencari pintu-pintu untuk mendorong bantuan-bantuan itu bisa tepat sasaran dan bisa masuk.

"Tidak hanya mengandalkan bantuan yang diterjunkan dari pesawat tetapi bisa lebih, lebih leluasa untuk masuk ke Gaza," tambah dia.

Cak Imin menambahkan Prabowo ini menjaga kekuatan ekonomi nasional. Prabowo selalu mengutamakan kepentingan nasional.

Baca: Jusuf Kalla Desak Indonesia Tagih Perdamaian Iran ke BoP, Pertanyakan Manfaat Keanggotaan RI

"Nomor satu adalah kepentingan nasional sehingga industri kita tetap jalan, ekspor kita ke Amerika tetap surplus," kata dia.

"Itu yang paling pokok, sehingga jangan meributkan hal-hal yang strategis, karena itu ada tujuan dalam yang dimanfaatkan di dalam tujuan pelaksanaan diplomasi itu karena tidak semua bisa disampaikan oleh Presiden," kata Cak Imin.

Namun, yang ingin ditekankan pemerintah adalah agar produksi industri dalam negeri aman.

"Agar kepentingan ekonomi nasional kita aman, agar kita bisa tetap membantu Gaza dan Palestina dengan sangat lebih banyak lagi. Itulah yang kita lakukan," pungkas dia.

Diketahui, krisis yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini setelah koalisi Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran semakin menguatkan desakan kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace.

Pasalnya AS yang menginisiasi BoP justru membuat gejolak di kawasan Timur Tengah sehingga terjadi perang.

Namun pemerintah masih menilai BoP menjadi saluran untuk mewujudkan perdamaian di Palestina sebagaimana tujuan awal keikutsertaan Indonesia.

Baca: Anies Baswedan Sindir & Desak Prabowo Keluar BoP: Bebas Aktif Bukan Berarti Asal Ikut di Semua Meja

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nusron Wahid mengatakan bahwa Presiden Prabowo menilai BoP masih relevan untuk mewujudkan perdamaian Palestina yang sudah lama tidak terwujud. Hal itu pula yang disampaikan Prabowo saat bertemu para ulama, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, (5/3/2026).

"Posisi pak presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BOP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," kata Nusron.

Presiden kata Nusron tidak mempermasalahkan adanya pihak yang meminta agar Indonesia keluar dari BoP.  Pemerintah menerima masukan tersebut untuk dikaji dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Tapi kalau ada yang menyarankan seperti itu, pemerintah tidak anti kritik. Kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian. Bukan dengan jalan peperangan," kata Nusron.

Dalam pertemuan dengan ulama selama 4 jam tersebut, Presiden kata Nusron menyampaikan bahwa belum ada jalan lain dalam mewujudkan perdamaian di Gaza Palestina, selain bergabung dengan BoP.

"Kemudian pak presiden juga mempertanyakan, terus kalau seandainya ada yang menawarkan kita mendesak keluar dari BOP, terus tawarannya kita meja berunding, dalam rangka menciptakan perdamaian itu di medan apa? Di forum apa?" tuturnya.

Sekarang ini kata Nusron, satu satunya cara untuk mewujudkan perdamaian di Palestina adalah melalui meja perundingan. Forum perundingan yang saat ini sedang berjalan  adalah BoP.

"Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BOP. Karena itu, Indonesia dengan delapan negara bersepakat dalam rangka untuk itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Front Persaudaraan Islam (FPI) meminta Presiden  agar Indonesia keluar  dari keanggotan BoP. FPI menyampaikan permintaan tersrbut melalui surat resmi yang disampaikan langsung di Istana pada Kamis malam.

Sekretaris Majelis Syura DPP FPI Habib Hanif Alatas mengatakan tidak percaya dengan AS yang menginisiasi BoP. Apalagi di forum tersebut ada Israel yang selama ini menyerang rakyat Palestina.

"Jadi walaupun tadi belum mendapat kesempatan bicara tapi kami sampaikan surat secara resmi kepada Presiden, kita minta Indonesia tetap menarik diri dari BOP karena kami tidak percaya dengan Amerikanya, kami tidak percaya dengan Israelnya karena track record buruk Amerika dan Israel selama ini," kata Hanif.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan bahwa Indonesia sebaiknya kelar dari BoP karena forum tersebut tidak efektif dalam mewujudkan perdamaian di Gaza.

"Saya kira soal BoP juga sama. Kita minta ini tidak efektif ya keluar saja," kata Cholil.

Indonesia kata dia masih bisa mendorong perdamaian Gaza melalui organisasi yang sudah ada sebelumnya yakni PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Kita berharap juga ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB dan OKI karena semua akan rugi kalau ini perang terus berlangsung," kata Cholil Nafis.

Sementara itu Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) meminta Presiden menangguhkan keanggotaan Indonesia di BoP.  Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqi mengatakan Indonesia bisa lebih halus dengan tidak keluar dari BoP namun menangguhkan keanggotaan dengan tidak membayarkan uang yang menjadi kewajiban anggota forum tersebut.

"Misalnya yang BoP itu kita menyatakan menangguhkan kewajiban keanggotaan kita sampai dua hal. Satu, sampai perang Iran versus Amerika dan Israel ini reda. Yang kedua, sampai ada kepastian jadwal pengakuan Israel kepada kemerdekaan Palestina. Nah, kalau sudah ada kepastian, nah baru kita aktif lagi," pungkasnya.

(*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cak Imin Sebut Keterlibatan RI di BoP untuk Memaksimalkan Bantuan ke Palestina

# Menko Pemberdayaan Masyarakat # Muhaimin Iskandar # BoP # CAK IMIN # Peran # Bantuan # Palestina # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved