TRIBUNNEWS UPDATE
Torpedo Amerika Serikat Tembak Kapal Perang Iran hingga Tenggelam, 80 Orang Tewas & 108 Hilang
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pentagon Amerika Serikat (AS) baru-baru ini merilis rekaman yang diakui sukses menyerang kapal perang Iran di Samudera Hindia pada Rabu (4/3/2026).
Mengutip Viory, Kamis (5/3), setidaknya ada 80 orang yang tewas akibat ledakan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews, sebanyak 108 pelaut Iran dinyatakan hilang dan 78 mengalami luka-luka.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menyebut aksi tersebut sebagai "penengggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo sejak Perang Dunia Kedua."
Terpisah, ilansir dari Aljazeera.com, Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengakui bila angkatan laut pihaknya menerima informasi bila kapal Iran tersebut dalam keadaan darurat.
Baca: Kim Jong-Un Pasang Badan Bela Iran Lawan AS-Zionis, Sebut Satu Rudal Cukup Hapus Israel Dari Peta
Kemudian pemerintah Sri Lanka mengirimkan kapal dan pesawat angkatan udara untuk misi penyelamatan.
Seorang juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Kapten Buddhika Sampath, mengatakan tidak ada kapal atau pesawat lain yang terlihat di area tempat kapal perang Iran itu tenggelam.
Pihak Sri Lanka mengklaim menyelamatkan 32 pelaut yang terluka parah dan dibawa ke Rumah Sakit Karapitiya di kota pesisir selatan Galle.
Hingga kini pencarian terus dilakukan.
Pihak Sri Lanka mengakui pihaknya menemukan sejumlah mayat mengapung di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Perlu diketahui, kapal fregat Iran itu ditembak torpedo kapal selam AS saat sedang dalam perjalanan pulang ke negaranya.
Kapal IRIS DENA tersebut sebelumnya mengikuti Parade Armada Internasional 2026 pada Februari di kota pesisir Vishakapatnam, India bagian timur.
Baca: 3 Rudal Iran Melesat Bombardir Markas Militer Kurdi di Irak, Dibom Usai Bantu AS Serang Teheran
IRIS Dena adalah kapal fregat kelas Moudge bagian dari Armada Selatan Angkatan Laut Iran.
Kapal ini dikenal sebagai kapal perusak yang memiliki panjang 94 meter dan lebar 11 meter.
Konflik yang berbuntut panjang ini berawal dari Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Menghadapi serangan tersebut Iran melakukan balasan dengan meluncurkan rudal ke sejumlah Pangkalan Militer AS yang ada di kawasan Timur Tengah.
Dilaporkan dalam lima hari ratusan orang tewas akibat perang AS-Israel Vs Iran tersebut.
Selain itu, dampak dari perang AS-Israel Vs Iran pum meluas. Pasokan energi seperti minyak dan LNG dunia saat ini terganggu setelah Iran menuntut Selat Hormez.
Selat Hormez merupakan jalur perdagangan energi dari wilayah Timur Tengah ke Asia, Afrika, dan Eropa.
Tak hanya itu, buntut serangan AS-Israel ke Iran, penerbangan ke sejumlah wilayah Timur Tengah pun terganggu.
Reporter: Putri Dwi Arrini
Video Production: Muhammad Adnan Hidayat
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
2 Kapal Perang As Jadi Target! IRGC Ancam Bombardir jika Nekat Sisir Ranjau Iran di Hormuz
Senin, 13 April 2026
LIVE UPDATE
Iran Tak akan Tunduk pada Ancaman Trump soal AS Blokade Selat Hormuz, Qalibaf: Kami akan Melawan!
Senin, 13 April 2026
Mancanegara
Amerika Serikat Nekat ke Hormuz! Iran Kunci Target! Kapal Ultimatum 30 Menit untuk Mundur
Senin, 13 April 2026
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Trump Ngamuk Negosiasi Buntu! Blokir Selat Hormuz hingga Semprot Paus Leo
Senin, 13 April 2026
Mancanegara
Trump Klaim Ingin Blokade Hormuz, IRGC Siap Serang USS Michael Murphy & Armada AS!
Senin, 13 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.