Selasa, 14 April 2026

Mancanegara

NETANYAHU MULAI KHAWATIR Donald Trump 'Main Belakang' dengan Iran, Gedung Putih Membantah

Kamis, 5 Maret 2026 17:53 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah perang yang berkecamuk di Timur Tengah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan khawatir pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump menjalin pembicaraan rahasia dengan Iran.

Menurut laporan Axios, Netanyahu mendekati Gedung Putih setelah menerima intelijen yang menyebut pemerintahan Trump berbicara dengan Iran mengenai kemungkinan gencatan senjata.

Gedung Putih menegaskan kepada Netanyahu bahwa tidak ada pembicaraan semacam itu.

Kecurigaan ini menyinggung potensi gesekan antara sekutu yang baru saja melancarkan serangan bersama terhadap rezim Iran.

Netanyahu diyakini khawatir perang berakhir sebelum Israel mencapai tujuan militernya.

The New York Times melaporkan bahwa intelijen Iran sempat menghubungi CIA untuk membahas syarat mengakhiri perang, namun tawaran itu dipandang skeptis oleh AS.

Baca: Detik-detik Rudal dan Drone Iran Diluncurkan, Melesat Cepat Bobol Target Militer AS dan Israel

Netanyahu kemudian kembali mendekati Gedung Putih dan diyakinkan bahwa tidak ada komunikasi dengan Teheran.

Seorang pejabat AS menyebut utusan perdamaian Steve Witkoff dan Jared Kushner berbicara dengan Netanyahu hampir setiap hari. Mereka menegaskan: “Kami tidak berbicara dengan Iran.”

Trump sendiri menolak pembicaraan dengan rezim Iran.

Di Truth Social ia menulis: “Pertahanan udara, angkatan udara, angkatan laut, dan kepemimpinan mereka sudah hancur. Mereka ingin berbicara. Saya bilang ‘terlambat!’”

Pemerintahan Trump menyatakan tujuan perang adalah menghancurkan program nuklir, kemampuan rudal balistik, dan angkatan laut Iran, serta melemahkan kelompok proksi mereka di Timur Tengah.

Baca: Markas IDF Dan Kemenhan Israel Dihantam Rudal Iran, Ratusan Tentara Diklaim Menjadi Korban

Meski tidak secara eksplisit menyebut ingin mengganti rezim, Trump menyerukan rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan: “Itu akan menjadi milik kalian.”

Israel, sebaliknya, menargetkan tokoh-tokoh utama rezim. Pada Sabtu pagi, Israel membunuh Ayatollah Ali Khamenei dengan menjatuhkan puluhan bom di kompleksnya di pusat Teheran.

Hingga Rabu, Gedung Putih menyebut 49 tokoh senior Iran telah tewas sejak konflik dimulai.

Trump kemudian menyebut skenario “sempurna” baginya adalah sistem seperti Venezuela, di mana Delcy Rodriguez mengambil alih setelah AS menangkap Nicolas Maduro.

Namun rencana itu berisiko gagal karena tokoh-tokoh senior Iran terus menjadi target serangan udara Israel. “Sebagian besar orang yang kami pikirkan sudah mati,” kata Trump.

Analis menilai Israel mungkin tidak menginginkan Trump menemukan “solusi ala Venezuela” di Iran yang memungkinkan rezim tetap bertahan, meski lebih ramah terhadap kepentingan AS.

(*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Di Tengah Perang Timur Tengah, Netanyahu Mulai Khawatir Trump ‘Main Belakang’ dengan Iran

# NETANYAHU # Donald Trump # Main Belakang # Iran # Gedung Putih # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Netanyahu   #Donald Trump   #Iran   #Gedung Putih

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved