Senin, 27 April 2026

Mancanegara

Beda Pernyataan! Trump Bilang Kekuatan Udara Iran Dihancurkan tapi Pasukan AS Masih dalam Bahaya

Kamis, 5 Maret 2026 11:47 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump percaya diri mengklaim kekuatan udara Iran lumpuh, bawahannya justru memberikan peringatan bahwa pasukan AS di kawasan Timur Tengah masih dalam bahaya.

Trump, seperti dikutip BBC, menyebut pertahanan udara, angkatan udara, angkatan laut, dan kepemimpinan Iran telah hancur.

Klaim ini menyusul gempuran masif selama empat hari yang menargetkan kantor kepresidenan Iran, kompleks nuklir rahasia, pangkalan udara, hingga situs peluncuran rudal Iran.

Namun, gambaran "kemenangan" yang dikatakan Trump tampak berbenturan dengan pernyataan bawahannya sendiri.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam konferensi pers di Pentagon pada Rabu waktu setempat, mengakui adanya celah dalam dominasi militer AS.

Meski mengklaim AS mulai menguasai wilayah udara Iran, Hegseth tidak berani menjamin bahwa serangan udara Iran ke fasilitas militer AS dan sekutu akan berhenti.

"Ini tidak berarti kami bisa menghentikan semuanya," aku Hegseth seperti diberitakan Arab News.

Baca: Trump Berubah Pikiran! Narasi Rezim Iran Hilang, Kini Fokus Beralih jadi Perang Tanpa Batas

Ia mengatakan meskipun pertahanan udara ditingkatkan secara maksimal, risiko serangan drone atau rudal Iran yang menembus pertahanan tetap ada dan berpotensi menimbulkan korban jiwa di pihak AS.

Senada dengan Menhan, Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, menegaskan tentara AS di Timur Tengah masih dalam kondisi sangat rentan.

"Militer AS tetap berada dalam bahaya, kita harus sadar bahwa risikonya masih sangat tinggi," tegas Caine.

Ketidaksesuaian juga terlihat dari estimasi durasi konflik. Jika Trump memprediksi kampanye militer ini hanya akan memakan waktu empat hingga lima minggu, Hegseth justru mensinyalir kemungkinan perang atrisi yang lebih panjang, bahkan bisa sampai delapan minggu atau lebih.

Saat ini, situasi di lapangan tetap mencekam. Laporan Bulan Sabit Merah menyebutkan sedikitnya 780 orang tewas di Iran sejak Sabtu lalu akibat ledakan yang terus bergulir.

Baca: Trump Tak Menyangka! Kaget Iran Berani Balas Serangan AS hingga Buat Negara Arab Marah

Meski Trump mengklaim lawan sudah lumpuh, Teheran justru membalas dengan meluncurkan rudal dan drone mematikan ke arah Israel serta negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

Bahkan, Teheran bersumpah untuk menghancurkan total infrastruktur militer dan ekonomi di Timur Tengah.

Itu merupakan sinyal kuat bahwa klaim Trump yang menyebut kekuatan udara Iran lumpuh, masih terlalu dini.

Di sisi lain, Pentagon terus mendatangkan jet tempur dan pesawat pengebom tambahan ke wilayah tersebut.

Langkah tersebut, bisa diduga sebagai persiapan perang besar daripada perayaan kemenangan.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Trump Bilang Kekuatan Udara Iran Dihancurkan, Anak Buahnya: Pasukan AS Masih dalam Bahaya

# Pete Hegseth # amerika serikat # iran # donald trump

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Megan FebryWibowo
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved