Senin, 13 April 2026

Tribunnews Wiki Update

Indonesia Disarankan Gandeng Rusia dan China Jadi Mediator Konflik Iran, Ini Alasannya

Selasa, 3 Maret 2026 20:04 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat HI Universitas Sriwijaya, Ferdiansyah Rivai, menilai rencana Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator konflik Iran dengan AS dan Israel tidak bisa dilakukan sendiri.

Ia menyarankan Indonesia melibatkan anggota BRICS seperti Rusia dan China untuk mendorong pembahasan konflik ke Dewan Keamanan PBB, mengingat keduanya merupakan anggota tetap dengan hak veto.

Baca: Militer Iran Hujani 3 Kapal Tanker di Selat Hormuz, Satu Dilaporkan Tenggelam

Menurut Rivai, Indonesia tidak memiliki daya tawar kuat sebagai mediator tunggal, terlebih berkaca dari gagalnya mediasi Oman sebelum serangan (28/2/2026).

Ia menilai pendekatan paling realistis adalah komunikasi bilateral atau tertutup dengan Rusia dan China, bukan melalui forum terbuka BRICS karena berpotensi memperkeruh hubungan dengan AS.

Sebelumnya, Menlu Sugiono telah menghubungi Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi pada (2/3/2026) dan menyatakan Indonesia siap memfasilitasi dialog guna mendorong deeskalasi.

Pemerintah juga menegaskan komitmen pada diplomasi, hukum internasional, dan Piagam PBB sebagai jalan menuju stabilitas kawasan.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Sekar KinasihBambang
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved